Berita hari ini: Sabtu, 4 Februari 2017

Perkembangan berita terbaru yang perlu Anda ketahui

BERTEMU. File foto ketika Presiden SBY bertemu dengan Presiden terpilih, Joko Widodo di Nusa Dua, Bali pada akhir Agustus 2014. Foto oleh Nyoman Budhiana/ANTARA

%

%

%

%

%

%

%

%

Hello!

Halo pembaca Rappler,

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Sabtu, 4 Februari 2017.

Ini alasan Menteri BUMN copot Dirut dan Wadirut Pertamina

KILANG TUBAN. Pertamina resmi menggandeng perusahaan minyak Rusia, Rosneft Oil Company untuk mengerjakan proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban. Foto oleh ANTARA

KILANG TUBAN. Pertamina resmi menggandeng perusahaan minyak Rusia, Rosneft Oil Company untuk mengerjakan proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban. Foto oleh ANTARA

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mencopot dua petinggi PT Pertamina yakni Dwi Sutjipto dan Ahmad Bambang. Keduanya menjabat sebagai Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama.

Lalu, apa alasan Rini mencopot keduanya di saat yang bersamaan? Komisaris Utama Pertamina, Tanri Abeng mengatakan keduanya tidak solid dan tidak bisa bekerja sama dengan baik satu dengan yang lain. Hal itu bisa terlihat dari keputusan impor solar.

“Seharusnya, pengalokasian itu sudah jalan. Tapi, antara Dirut dan Wadirut tidak sejalan,” ujar Tanri.

Dia menjelaskan impor seharusnya sudah dilakukan ketika cadangan solar kurang dari 20 hari. Tetapi hingga kurang dari 15 hari, Dirut belum meneken keputusan impor. Wadirut akhirnya mengambil alih dengan alasan Dirut ketika itu sedang berada di luar kota.

“Sebetulnya, mereka bisa berkomunikasi,” tutur dia. Selengkapnya baca di sini.

SBY minta Ma’ruf Amin untuk bersabar

PENYADAPAN. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pernyataan pers soal dugaan penyadapan percakapan telepon dirinya dengan Ketum MUI KH Ma'ruf Amin di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu, 1 Februari. Foto oleh Widodo S. Jusuf/ANTARA

PENYADAPAN. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pernyataan pers soal dugaan penyadapan percakapan telepon dirinya dengan Ketum MUI KH Ma'ruf Amin di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu, 1 Februari. Foto oleh Widodo S. Jusuf/ANTARA

Usai konflik di antara gubernur non aktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin mereda, Susilo Bambang Yudhoyono justru kembali menghangatkan isu tersebut. Melalui cuitannya di akun Twitter, SBY meminta agar Ma’ruf sabar dalam menghadapi isu yang muncul di sidang ke-8 Ahok pada Selasa kemarin.

Dalam persidangan itu, anggota kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat menyebut ada bukti percakapan antara Ma’ruf dengan SBY pada tanggal 7 Oktober 2016. Percakapan di antara keduanya disebut oleh Humphrey menjadi alasan MUI akhirnya mengeluarkan fatwa mengenai penistaan agama.

Namun, pernyataan itu dibantah oleh Ma’ruf. Sementara, SBY mengkonfirmasi memang ada pembicaraan melalui telepon pada tanggal tersebut, namun bukan membahas soal fatwa.

Presiden ke-6 itu kemudian menyimpulkan kuasa hukum Ahok bisa memiliki bukti percakapan tersebut, karena komunikasinya telah disadap. Dia pun meminta agar penegak hukum menyelidiki kemungkinan aksi penyadapan tersebut.

Kuasa hukum sebut Firza dipaksa untuk akui percakapan dengan Rizieq Shihab

PENGAMANAN. Anggota Brimob Polri memperketat pengamanan pasca penangkapan sejumlah tokoh dalam kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat, 2 Desember. Foto oleh Indrianto Eko Suwarso/ANTARA

PENGAMANAN. Anggota Brimob Polri memperketat pengamanan pasca penangkapan sejumlah tokoh dalam kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat, 2 Desember. Foto oleh Indrianto Eko Suwarso/ANTARA

Kuasa hukum Firza Husein, Azis Januar mengaku kliennya diintimidasi oleh penyidik kepolisian agar mengakui percakapan dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. Selain itu, dia juga diminta untuk mengakui sosok dalam konten yang bernuansa pornografi adalah dirinya.

“Yang bersangkutan (Firza) diminta untuk mengakui, ditekan, disuruh mengakui tentang berita-berita yang menjadi viral itu. Padahal, berita itu tidak pernah ada,” ujar Azis.

Dia mengakui pemeriksaan terhadap Firza di Mako Brimob semakin aneh karena kliennya diperiksa sebagai tersangka makar. Tetapi, penyidik justru lebih banyak menanyakan pertanyaan terkait materi percakapan di pesan pendek WhatsApp tersebut.

“Iya, kita pertanyakan dong. Ini motifnya apa? Kalau makar kok dari 20 pertanyaan, 9 pertanyaannya berkaitan dengan HRS (Habib Rizieq Shihab), terkait berita yang viral, terkait dengan ponsel, komunikasi dengan HRS. Ini enggak ada hubungannya kan,” kata dia.

Lalu, ada intimidasi dan tekanan dari pihak kepolisian untuk mengakui video yang viral itu atau kasusnya akan diproses hukum. Selengkapnya baca di sini.

Untuk apa Anies-Sandi menemui Aburizal Bakrie?

KAMPANYE. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) menyampikan orasi politiknya saat menghadiri kampanye yang bertajuk Rabu Bersama Prabowo Subianto dan Anies-Sandi di Jakarta, Rabu, 1 Februari. Foto oleh Muhammad Adimaja/ANTARA

KAMPANYE. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) menyampikan orasi politiknya saat menghadiri kampanye yang bertajuk Rabu Bersama Prabowo Subianto dan Anies-Sandi di Jakarta, Rabu, 1 Februari. Foto oleh Muhammad Adimaja/ANTARA

Di tengah semakin dekatnya waktu Pilkada pada pertengahan Februari mendatang, berbagai strategi dilakukan untuk bisa meraih kemenangan. Salah satunya dengan mendekati petinggi partai politik lainnya.

Pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tiba-tiba mendatangi kediaman Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Apa yang mereka bicarakan pada Jumat malam?

“Tadi kita bersilahturahmi dan bicaranya lebih banyak tentang bagaimana memajukan Jakarya, isu kita lapangan pekerjaan, perekonomian dunia yang punya dampak pada kita,” ujar Anies yang ditemui media.

Apakah ketiganya membahas mengenai dukungan pada Pilkada pertengahan Februari mendatang? Mantan Menteri Pendidikan itu membantahnya.

Enggak ada pembicaraan soal dukungan (di Pilkada),” kata Anies lagi.

Saat ini, Partai Golkar telah memberikan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut dua, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sudah lebih dulu menyambangi kediaman Aburizal. Selengkapnya baca di sini.

Ini yang dibicarakan SBY seandainya bertemu Jokowi

BERTEMU. File foto ketika Presiden SBY bertemu dengan Presiden terpilih, Joko Widodo di Nusa Dua, Bali pada akhir Agustus 2014. Foto oleh Nyoman Budhiana/ANTARA

BERTEMU. File foto ketika Presiden SBY bertemu dengan Presiden terpilih, Joko Widodo di Nusa Dua, Bali pada akhir Agustus 2014. Foto oleh Nyoman Budhiana/ANTARA

Presiden Joko “Jokowi” Widodo sudah memberikan sinyal akan menemui Susilo Bambang Yudhoyono usai Pilkada serentak. Keinginan ini sebenarnya sudah disampaikan oleh SBY sejak akhir tahun lalu. Namun, pertemuan itu belum terealisasi.

Kini, di saat mantan Gubernur DKI itu sudah memberikan sinyal, apa kira-kira yang ingin dibahas SBY jika bertemu Jokowi?

“Ya, berbagi pengalaman, kemudian mengklarifikasi hal-hal yang kemarin disampaikan Beliau. Saya kira terang benderang itu. Supaya betul-betul semuanya baiklah ke depan,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan yang ditemui di Wisma Proklamasi.

Menurut Hinca, persoalan utama, bukan apakah harus bertemu atau tidak. Namun, ada persoalan yang harus didiskusikan bersama. Selengkapnya baca di sini. - Rappler.com

Ayo langganan Indonesia wRap