Berita hari ini: Rabu, 10 Mei 2017

Perkembangan berita terbaru yang perlu Anda ketahui.

%

%

%

%

%

%

%

%

Hello!

Hallo pembaca Rappler!

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Rabu, 10 Mei 2017.

Fadli Zon jenguk terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir di Lapas Gunung Sindur

BACAKAN PUISI. Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon membacakan puisi berjudul "Sajak Tukang Gusur" di sela pengumuman Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai cagub serta wagub Pilkada 2017. Foto oleh Septianda Perdana/ANTARA

BACAKAN PUISI. Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon membacakan puisi berjudul "Sajak Tukang Gusur" di sela pengumuman Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai cagub serta wagub Pilkada 2017. Foto oleh Septianda Perdana/ANTARA

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengunjungi napi kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir di Lembaga Pemasyarakatan Klas III Gunung Sindur, Bogor. Lalu, untuk apa Fadli menjenguk Abu Bakar? Dia mengaku ingin melihat kondisi terpidana kasus terorisme tersebut.

“Lapas Gunung Sindur dekat dengan Jakarta. Kami juga dapat laporan Abu Bakar Ba'asyir yang menjadi perhatian publik. Saya ingin melihat bagaimana kondisi Abu Bakar," ujar Fadli di depan Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Dia menjelaskan kunjungan itu merupakan bagian dari kerja pengawasan DPR. Lapas tersebut, kata Fadli meliputi empat blok hunian dengan kapasitas 1.308 orang dan dilengkapi pengamanan ekstra.

“Jumlah pengawal sebanyak 47 orang dengan regu pengamanan 15 orang yang dibagi ke dalam tiga regu. Mereka bertanggung jawab yang menjaga 848 warga binaan,” kata dia.

Oleh sebab itu, Fadli menilai Lapas Gunung Sindur tidak dalam situasi yang melebihi kapasitasnya. Selengkapnya baca di sini.

Koalisi parpol pendukung akan tetap kawal kasus Ahok di tingkat banding

PENISTAAN. Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melambaikan tangan saat tiba di rumah tahanan LP Cipinang, Jakarta, Selasa, 9 Mei. Foto oleh Ubaidillah/ANTARA

PENISTAAN. Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melambaikan tangan saat tiba di rumah tahanan LP Cipinang, Jakarta, Selasa, 9 Mei. Foto oleh Ubaidillah/ANTARA

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mengatakan akan tetap mengawal kasus hukum terpidana Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama ke tingkat Pengadilan Tinggi. Ini merupakan pernyataan perdana dari PDIP, partai yang mengusung Ahok dan Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI.

“Sebagai parpol yang mengusung Ahok, PDIP tetap akan mengawal bersama dengan koalisi parpol lainnya. Apalagi sampai kemarin sikapnya belum berubah untuk mengajukan banding,” ujar politisi Trimedya Panjaitan mewakili PDIP, ketika memberikan keterangan pers di Jakarta.

Trimedya turut menyoroti vonis yang dijatuhkan hakim bagi Ahok yang melebihi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Menurutnya, hal tersebut sangat jarang terjadi.

Kendati berat, Trimedya dan semua tim koalisi parpol pendukung Ahok mengaku bisa menerima putusan tersebut.

“Tetapi, kok kami melihat hakim ini kan, seperti apa yang disampaikan oleh Pak Wayan (kuasa hukum) manusia juga. Kami berharap putusan yang disampaikan berdasarkan fakta-fakta di persidangan sejak awal sampai akhir,” kata dia.

Trimedya juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Rutan Cipinang yang berinisiatif memindahkan Ahok ke Mako Brimob Depok. Mereka mengaku khawatir, karena dalam beberapa tahun terakhir kondisi di rutan kerap bermasalah. Terakhir, rutan Klas II di Pekanbaru dalam kondisi rusuh sehingga ratusan napi di sana melarikan diri.

“Mudah-mudahan dengan berada di Mako Brimob, Ahok bisa lebih tenang,” kata dia.

Djarot menitikan air mata saat ikut paduan suara di Balai Kota

MENANGIS. Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menangis saat ikut bernyanyi dalam aksi simpatik warga di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 10 Mei. Foto oleh Sigid Kurniawan/ANTARA

MENANGIS. Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menangis saat ikut bernyanyi dalam aksi simpatik warga di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 10 Mei. Foto oleh Sigid Kurniawan/ANTARA

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tidak kuasa menahan air mata saat menyanyikan lagu-lagu nasional bersama warga di Balai Kota. Berdiri di samping musisi Addie MS, Djarot terlihat berkaca-kaca hingga menitikan air mata saat melantunkan bersama ribuan warga yang telah memadati halaman kantornya sejak pagi.

“Saya sangat terharu karena bayangan saya cuma ada 500 (warga yang datang). Paling banyak 1.000 orang. Tapi, ini mungkin lebih banyak. Mari dukungan ini kita sampaikan secara baik dan simpatik,” kata Djarot.

Dalam aksi paduan suara itu, para pendukung Ahok-Djarot dan warga DKI menyanyikan beberapa lagu nasional, di antaranya Indonesia Raya, Rayuan Pulau Kelapa dan Mars Pancasila. Addie MS memimpin jalannya paduan suara dengan musik dari Twilite Orchestra. Selengkapnya baca di sini.

Menteri Agama minta publik tidak berlebihan tanggapi vonis sidang Ahok

CENDERA MATA. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) didampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara (kanan) menerima cendera mata dari Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra (kiri) saat peresmian Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar, Bali, Sabtu, 8 April. Foto oleh Wira Suryantala/ANTARA

CENDERA MATA. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) didampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara (kanan) menerima cendera mata dari Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra (kiri) saat peresmian Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar, Bali, Sabtu, 8 April. Foto oleh Wira Suryantala/ANTARA

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin meminta semua pihak menunggu proses hukum yang menjerat terpidana Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama hingga berkekuatan tetap atau inkracht. Pernyataan itu terkait dengan upaya Ahok yang telah mengajukan upaya banding usai divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam kasus penodaan agama.

“Semua pihak hendaknya mampu menahan diri menunggu sampai putusan hukum ini berkuatan hukum tetap,” ujar Lukman di Gedung DPR.

Dia juga meminta semua pihak yang pro dan kontra terhadap Ahok untuk tidak berlebihan mengekspresikan kegembiraan atau kesedihan terhadap keputusan tersebut. Hal itu demi mencegah terjadinya konflik di tengah masyarakat.

Menurut Lukman, masyarakat Indonesia sangat beragam. Sehingga tidak heran jika banyak persepsi terhadap putusan itu.

“Saya berharap semua pihak tidak berlebihan atau meluapkan apakah itu kegembiraan, kesedihan atau hal yang dapat menimbulkan potensi konflik di tengah masyarakat,” kata dia. Selengkapnya baca di sini.

- Rappler.com

Ayo langganan Indonesia wRap