Berita hari ini: Selasa, 4 Juli 2017

Perkembangan berita terbaru yang perlu Anda ketahui

PULANG. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memprediksi sebanyak 53 WNI yang sempat berjuang bersama ISIS di Irak telah pulang ke Indonesia. Ilustrasi oleh Rappler

%

%

%

%

%

%

%

%

Hello!

Halo, pembaca Rappler!

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Senin, 3 Juli 2017.

Jadi tersangka, Hary Tanoe tidak penuhi panggilan pemeriksaan

Pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo seusai menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (12/6). Foto oleh Rivan Awal Lingga/ANTARA

Pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo seusai menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (12/6). Foto oleh Rivan Awal Lingga/ANTARA

Direktur PT MNC Group Hary Tanoesoedibjo, yang menjadi tersangka dalam kasus ancaman melalui SMS terhadap penyidik Kejaksaan Agung, tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Kepolisian Indonesia, Selasa.

"Pak HT belum bisa menghadiri panggilan Bareskrim karena ada keperluan yang mendesak," kata kuasa hukum Hary, Adidharma Wicaksono.

Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Kepolisian Indonesia menjadwalkan pemeriksaan perdana Tanoe dalam statusnya sebagai tersangka pada Selasa ini.

Hary terlibat kasus ancaman melalui SMS kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto.

Saat itu Yulianto sedang menyidik kasus korupsi pembayaran restitusi pajak PT Mobile-8 Telecom (PT Smartfren) pada 2007-2009. Selengkapnya di sini.

Jokowi akan bertemu Trump di Jerman

BERTEMU. Presiden Joko "Jokowi" Widodo dijadwalkan akan bertemu secara bilateral dengan Presiden Donald Trump di sela KTT G20 di Hamburg, Jerman pada 7 Juli. Ilustrasi oleh Rappler

BERTEMU. Presiden Joko "Jokowi" Widodo dijadwalkan akan bertemu secara bilateral dengan Presiden Donald Trump di sela KTT G20 di Hamburg, Jerman pada 7 Juli. Ilustrasi oleh Rappler

Presiden Joko “Jokowi” Widodo akan melakukan pertemuan bilateral untuk kali pertama dengan Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump di Hamburg, Jerman pada 7 Juli. Pertemuan dilakukan di sela KTT ke-12 G20 yang digelar pada 7-8 Juli.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Trump dan Jokowi akan membahas isu-isu bilateral. Isu tersebut, kata Retno lebih luas dari sekedar membicarakan mengenai counter terorisme. Diprediksi keduanya akan fokus mengenai pembahasan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan.

Seperti yang diketahui, Trump sempat mengeluh nilai perdagangan bilateralnya dengan Indonesia mengalami kerugian. Oleh sebab itu, Trump meminta Departemen Perdagangan untuk memeriksa. Selengkapnya di sini.

Temui Erdogan di Turki, Jokowi akan bahas penanggulangan terorisme

TERORISME. Presiden Joko "Jokowi" Widodo akan berkunjung ke Turki pada 6 Juli untuk membahas kerja sama di bidang terorisme dan perdagangan. Foto oleh EPA

TERORISME. Presiden Joko "Jokowi" Widodo akan berkunjung ke Turki pada 6 Juli untuk membahas kerja sama di bidang terorisme dan perdagangan. Foto oleh EPA

Presiden Joko “Jokowi” Widodo akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki pada Kamis, 6 Juli. Salah satu isu yang akan dibahas yakni mengenai kerja sama di bidang penanggulangan terorisme.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Suhardi Alius mengatakan dia dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan mendampingi Jokowi dalam kunjungan ke Ankara, Turki.

“Saya bersama Menlu ke Turki. Dari beberapa agenda pertemuan dengan Presiden Turki, nanti juga ada yang membahas masalah kerja sama di bidang penanggulangan terorisme,” kata Alius.

Seperti diketahui banyak WNI yang dideportasi dari Turki karena mencoba untuk menyeberang ke Suriah melalui jalur darat dan bergabung dengan kelompok militan ISIS. Data yang pernah diungkap oleh Presiden Jokowi ada 329 WNI yang bergabung dengan ISIS di Suriah. Selengkapnya di sini.

BNPT: WNI pulang dari Suriah harus ikut program deradikalisasi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius. Foto oleh Reno Esnir/ANTARA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius. Foto oleh Reno Esnir/ANTARA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari Suriah diharuskan mengikuti program deradikalisasi.

"Siapa yang menjamin mereka radikal? Tapi sebagai pencegahan, kami kasih pencerahan dan diberikan program deradikalisasi," kata Suhardi, pada Senin, 3 Juli.

Ia mengatakan, setiap WNI yang baru kembali dari Suriah juga akan melalui sistem verifikasi dari BNPT, sebelum kemudian menjalankan program deradikalisasi.

"Begitu WNI ini datang, kami verifikasi, lalu kami kasih pencerahan di Bambu Apus, Jakarta Timur, selama satu bulan. Kemudian kami akan mengantar mereka sampai ke rumahnya," ujarnya.

Menurutnya, hingga kini BNPT mencatat sudah ada ratusan WNI yang kembali dari negara tempat kelompok radikal ISIS bermarkas tersebut. Selengkapnya di sini. —Rappler.com

Ayo langganan Indonesia wRap