Berita hari ini: Jumat, 28 Juli 2017

Perkembangan berita terbaru yang perlu Anda ketahui

%

%

%

%

%

%

%

%

Hello!

Hallo pembaca Rappler!

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Jumat, 28 Juli 2017.

Jembatan simpang Susun Semanggi resmi dibuka untuk pengguna jalan

SEMANGGI. Foto aerial Simpang Susun Semanggi di Jakarta, Jumat, 14 Juli. Foto oleh Sigid Kurniawan/ANTARA

SEMANGGI. Foto aerial Simpang Susun Semanggi di Jakarta, Jumat, 14 Juli. Foto oleh Sigid Kurniawan/ANTARA

Jembatan simpang Susun Semanggi resmi dapat digunakan oleh pengguna jalan pada pukul 19:40 WIB. Proses uji coba penggunaan jalan itu dipercepat yang semula bulan Agustus menjadi hari ini.

Turut hadir dalam uji coba itu beberapa pejabat seperti Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat, Sekretaris Daerah Saefullah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Saat dibuka untuk umum, bentang Simpang Susun Semanggi diterangi lampu berwarna biru muda kehijauan (cyan) di bagian bawah dan titik-titik berwarna putih yang berkelap-kelip.

Sebelum dibuka, Djarot sempat berjalan-jalan untuk meninjau proyek tersebut. Usai doa dipanjatkan, acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat laik fungsi (SLF) dari Menteri PUPR ke Djarot.

“Simang susun Semanggi telah memenuhi standar kelayakan dan saya mengucapkan terima kasij kepada Pak Basuki dan jajaran ya. Secara tepat dan akurat mudah-mudahan persembahan anak bangsa ini membawa kebaikan, kedamaian dan merupakan prestasi tersendiri,” kata Djarot. Selengkapnya baca di sini.

Jokowi: Kenapa baru diributkan sekarang presidential threshold 20 persen?

JAWAB PERTANYAAN. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan), Menko Polhukam Wiranto (kedua kanan), dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri) menjawab pertanyaan wartawan seusai memberikan pembekalan kepada calon perwira remaja (Capaja) Akademi TNI dan Polri tahun 2017 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin, 24 Juli. Foto oleh ANTARA

JAWAB PERTANYAAN. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan), Menko Polhukam Wiranto (kedua kanan), dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri) menjawab pertanyaan wartawan seusai memberikan pembekalan kepada calon perwira remaja (Capaja) Akademi TNI dan Polri tahun 2017 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin, 24 Juli. Foto oleh ANTARA

Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengaku bingung dan mempertanyakan mengapa baru sekarang partai politik meributkan syarat presidential threshold 20 persen. Padahal, ketika pemilu 2009 dan 2014, syarat yang sama sudah diberlakukan.

Menurutnya, butuh konsistensi dalam pembangunan politik. Pihaknya pun kini tengah menuju kepada penyederhanaan agar publik mudah dalam memilih.

“Kita kan sudah mengalami dua kali presidential treshold 20 persen, kenapa dulu tidak ramai? Coba bayangkan, saya ingin berikan contoh, kalau kita mengadopsi yang (presidential treshold) nol persen, kemudian satu partai mencalonkan (presiden) kemudian menang, coba bayangkan (repotnya) nanti di DPR, di parlemen. Kita dulu yang 38 persen saja sudah waduh (ramai),” kata Jokowi di Cikarang.

Ia pun meminta agar partai politik mengajak publik untuk mengerti. Bahwa UU itu merupakan produk demokrasi yang ada di DPR. Keputusan itu diambil melalui mekanisme demokrasi.

“Dan kemarin juga sudah diketok dan aklamasi, betul? Nah, itulah yang harus dilihat oleh rakyat. Jadi, ya silakan dinilai. Kalau masih ada yang tidak setuju, kembali lagi bisa ke MK. Inilah negara demokrasi dan negara hukum yang kita miliki,” tutur mantan Gubernur DKI itu.

Garam langka, pengusaha sarankan pemerintah revisi regulasi

GARAM. Petani memanen garam di lahan garam konvensional di Desa Bunder, Padewamu, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa, 25 Juli. Foto oleh Saiful Bahri/ANTARA

GARAM. Petani memanen garam di lahan garam konvensional di Desa Bunder, Padewamu, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa, 25 Juli. Foto oleh Saiful Bahri/ANTARA

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menyarankan pemerintah untuk merevisi regulasi izin impor garam yang dikelompokkan untuk industri dan konsumsi. Tujuannya, demi mengatasi kelangkaan garam.

Ketua Umum GAPMMI Adhi Lukman mengatakan Permendag 125/2015 yang mengatur izin impor garam sebaiknya tidak perlu memisahkan antara garam industri dan konsumsi, karena justru menyulitkan masuknya garam yang dapat menjadi solusi melonjaknya harga garam.

“Garam yang berasal dari impor kalau untuk industri tidak boleh dijual untuk konsumsi, nantinya akan dianggap menyalahi aturan. Makanya, menurut saya, regulasinya direivisi dan disesuaikan dengan business practice. Tidak ada garam konsumsi dan industri,” ujar Adhi di Menara Kadin.

Ia menjelaskan, saat ini yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelangkaan sementara garam, yakni dengan mengimpor garam. Tetapi, itu menjadi terkendala dengan adanya pengelompokan garam industri dan konsumsi.

Alih-alih mengelompokan garam industri dan konsumsi, GAPMMI menyarankan agar klasifikasinya diatur berdasarkan tingkatan kualitasnya, yakni garam dengan “grade 1”, “grade 2” dan seterusnya. Klasifikasi itu menandakan kadar Natrium Chlorida (NaCl) dalam garam. Semakin tinggi kadarnya, maka kualitas garam itu semakin bagus dan sesuai dengan yang diinginkan oleh industri. Selengkapnya baca di sini.

Dana pembangunan simpang susun Semanggi tersisa Rp 200 miliar

PROYEK SEMANGGI. Pembangunan proyek Simpang Susun Semanggi di Jakarta, Selasa, 25 April. Foto oleh Widodo S. Jusuf/ANTARA

PROYEK SEMANGGI. Pembangunan proyek Simpang Susun Semanggi di Jakarta, Selasa, 25 April. Foto oleh Widodo S. Jusuf/ANTARA

Proyek pembangunan Simpang Susun Semanggi ternyata masih menyisakan dana anggaran sebesar Rp 200 miliar. Rencananya, dana itu akan digunakan untuk membangun jalur khusus untuk pejalan kaki atau pedastrian.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan rencananya jalur pedastrian akan dibuat dengan ducting yang berfungsi menyimpan kabel-kabel utilitas sehingga tidak merusak trotoar. Dengan demikian, saat dilakukan perbaikan kabel maka tidak perlu membongkar semua trotoar.

“Ini kan masih ada sekitar Rp 200 miliar. Itu rencananya akan dibuat (jalur) pedastrian dengan ducting,” ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta.

Trotoar rencananya akan dibangun di sekitar Simpang Susun Semanggi, tepatnya di Jalan Sudirman dari Bendungan Hilir sampai Patung Pemuda Senayan. Selengkapnya baca di sini.

Partai Demokrat turut siapkan Agus Harimurti untuk maju dalam Pilpres 2019

MAJU PILPRES 2019. Partai Demokrat turut menyiapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju dalam pemilu presiden 2019. Foto oleh Diego Batara/Rappler

MAJU PILPRES 2019. Partai Demokrat turut menyiapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju dalam pemilu presiden 2019. Foto oleh Diego Batara/Rappler

Partai Demokrat memastikan akan mengusung kader mereka sendiri untuk mengikuti pemilihan Presiden 2019. Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi yang paling favorit untuk diusung dua tahun mendatang.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan agar nama AHY semakin dikenal luas di pelosok Indonesia, putra sulung SBY itu ikut diajak blusukan.

“Kalau dari Demokrat ya saya kira semua parpol mempersiapkan seluruh kadernya, regenerasinya. Saya tidak katakan AHY tidak kami siapkan, tentu kami siapkan. Ke mana untuk disiapkan, tentu yang lebih baik,” ujar Hinca di Cikeas.

Keputusan untuk mengusung kader sendiri dalam ajang Pilpres sudah diputuskan dalam Rakornas Partai Demokrat di Lombok beberapa waktu lalu. Salah satu alasannya agar dapat mendongkrak suara Demokrat pada pemilu serentak tahun 2019. Demokrat memandang Agus masih jadi yang terdepan melakukan tugas tersebut.

“Kami menyiapkan saudara AHY untuk bersama-sama kami mendongkrak suara. Karena itu, kami bawa dia (dengan) Demokrat keliling nusantara untuk mendongkrak suara,” katanya.

Pertimbangan memilih nama Agus sebagai salah satu yang diunggulkan karena berkaca dari hasil Pilkada DKI tahun ini. Sebanyak tujuh persen ternyata memilih pasangan calon Agus-Sylvi. Selengkapnya baca di sini. - Rappler.com

Ayo langganan Indonesia wRap