Berita hari ini: Senin, 30 Oktober 2017

Perkembangan berita terbaru yang perlu Anda ketahui

%

%

%

%

%

%

%

%

Hello!

Hallo pembaca Rappler!

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Senin, 30 Oktober 2017.

Pemilik gudang kembang api Kosambi meminta izin perusahaannya menjual mainan anak-anak

EVAKUASI. Personel Kepolisian Polda Metro Jaya mengevakuasi jenazah korban kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, Kamis, 26 Oktober. Foto oleh Muhammad Iqbal/ANTARA

EVAKUASI. Personel Kepolisian Polda Metro Jaya mengevakuasi jenazah korban kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, Kamis, 26 Oktober. Foto oleh Muhammad Iqbal/ANTARA

Keganjilan insiden ledakan gudang milik PT Panca Buana Cahaya Sukses perlahan-lahan mulai terkuak. Setelah diketahui mempekerjakan pegawai di bawah umur, izin kepada Pemprov Banten pun tidak sesuai.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten mengungkap jika izin yang dilayangkan pemiliknya yakni perusahaan yang bergerak untuk alat permainan anak-anak. Izin tersebut diajukan pada 2015 lalu.

“Yang terkait musibah kemarin, PT Panca Buana Cahaya Sukses tahun 2015 memang mengajukan izin prinsip di mana izin prinsip itu di bidang usaha industri alat permainan anak,” ujar Kepala Bidang Pelayanan DPMPTSP Provinsi Banten Deden Indrawan.

Oleh sebab itu, ia mengaku heran ketika mengetahui gudang penyimpanan yang meledak di daerah Kosambi diketahui milik PT Panca Buana Cahaya Sukses. Apalagi, korban tewas mencapai 49 orang. Sebab, di dalam izinnya mereka mencantumkan bergerak membuat alat permainan untuk anak-anak.

“Sementara, kalau di berita itu kan pabrik mercon ya. Nah, ini apakah (mercon) masuk kategori permainan anak-anak atau bukan, kami belum paham hal tersebut,” tutur dia. Selengkapnya baca di sini.

Dua terduga teroris NTB tewas saat kontak senjata dengan Densus 88 Anti Teror

PENGGREBEKAN TERORIS. Ilustrasi polisi memeriksa lokasi ledakan bom di Poso, Sulawesi Tengah, 4 Juni 2013. Foto oleh Olagondronk/EPA

PENGGREBEKAN TERORIS. Ilustrasi polisi memeriksa lokasi ledakan bom di Poso, Sulawesi Tengah, 4 Juni 2013. Foto oleh Olagondronk/EPA

Dua terduga teroris asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat tewas pada pagi tadi usai terlibat kontak senjata dengan tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror. Wakapolda NTB Kombes Pol Tajuddin yang dikonfirmasi media di Mataram membenarkan soal tewasnya dua terduga teroris itu berdasarkan laporan yang diterima dari Kapolres Bima Kota.

“Jadi, betul (ada dua terduga teroris yang tewas). Saya dapat informasinya langsung dari Kapolres Bima Kota,” ujar Tajuddin.

Kontak senjata dilaporkan terjadi pada pagi tadi sekitar 09:50 WITA di Gunung Ritu Asa Kota, Desa Mawu Rite, Kabupaten Bima.

“TKP nya ini terletak di perbatasan antara Bima Kota dengan Kabupaten Bima,” kata dia.

Sementara, terkait identitas dua terduga teroris itu, Tajuddin mengaku belum mengetahuinya. Ia masih menanti laporan lanjutan dari Kapolres Bima Kota.

“Saya sudah menanyakan nama dan sebagainya, tetapi belum ada konfirmasi karena lokasinya sangat jauh. Sinyal pun sulit. Jadi, sampai sekarang belum bisa tembus,” tutur dia. Selengkapnya baca di sini.

Pemprov DKI tolak perpanjang izin Hotel Alexis

FOTO oleh ANTARA

FOTO oleh ANTARA

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikabarkan menolak permohonan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) baru yang diajukan Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis.

"Iya, benar. Dapat dari mana?" kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta, Senin 30 Oktober 2017.

Penolakan terhadap permohonan TDUP Alexis ini tertuang dalam surat bernomor 68661-1.858.8. Surat bertanggal 27 Oktober 2017 tersebut diteken oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi.

Alexis sebelumnya mengajukan TDUP untuk hotel lewat aplikasi online ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta dengan nomor registrasi 60U0HG. Sedangkan permohonan TDUP griya pijat diajukan ke kantor unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kecamatan Pademangan dengan nomor registrasi Z35DNU.

"Permohonan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis belum dapat diproses," demikian jawaban Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI. Baca berita selengkapnya di sini.

—Rappler.com

Ayo langganan Indonesia wRap