Berita hari ini: Rabu, 27 Desember 2017

Perkembangan berita terbaru yang perlu Anda ketahui

%

%

%

%

%

%

%

%

Hello!

Hallo pembaca Rappler!

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Rabu, 27 Desember 2017.

Hari pertama beroperasi, kereta bandara angkut 4 ribu penumpang

Ilustrasi kereta. Foto dari Wikimedia.org

Ilustrasi kereta. Foto dari Wikimedia.org

Animo masyarakat terhadap Kereta Bandara Soekarno-Hatta ternyata sangat tinggi. Ini bisa dilihat dari jumlah penumpang kereta tersebut yang mencapai sekitar 4.000 orang pada hari pertama kereta itu dioperasikan.

"Kemarin (Selasa) itu sekitar 4.000an sampai posisi pukul 19.00 WIB. Saya belum pantau lagi, kita juga kaget, ini masih uji coba tapi ternyata banyak (penumpangnya)," kata Direktur Utama Railink Indonesia Heru Kuswanto di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Rabu 27 Desember 2017.

Heru mengatakan jumlah 4 ribu penumpang itu baru 49 persen dari seluruh kapasitas kereta api bandara. "Tapi sekali lagi sasaran kita sekarang ini bukan volume, kita masih pengenalan dulu sambil evaluasi kurangnya apa," katanya.

Ia mengatakan tingkat keterisian kereta pada hari pertama operasi belum maksimal karena waktunya bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru, ketika masyarakat belum beraktivitas seperti biasa. Baca berita selengkapnya di sini.

Abdul Somad ditolak masuk Hong Kong, NU bantah terlibat

Lambang Nahdlatul Ulama (NU). Foto oleh ANTARA

Lambang Nahdlatul Ulama (NU). Foto oleh ANTARA

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) Helmy F Zaini membantah isu yang menyebutkan organisasinya terlibat dalam penolakan terhadap ustaz Abdul Somad oleh otoritas Hong Kong.

"Pernyataan bahwa Ketua Umum PB NU, KH Said Aqil Siradj berperan di balik pencekalan Ustadz Abdul Somad adalah fitnah," kata Zaini Rabu, 27 Desember 2017.

Zaini mengatakan PB NU tidak memiliki kekuatan atau otoritas untuk mencegah orang masuk ke suatu negara. Lagi pula, Zaini melanjutkan, PB NU tidak punya waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan organisasi.

Karena itu ia berharap masyarakat tidak terprovokasi atas pemberitaan-pemberitaan yang cenderung tendensius dan tidak sesuai fakta. Baca berita selengkapnya di sini.

BNN klaim ungkap 46.537 kasus narkoba sepanjang 2017

Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso. Foto oleh Gatta Dewabrata/Rappler

Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso. Foto oleh Gatta Dewabrata/Rappler

Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengklaim pihaknya telah mengungkap 46.537 kasus narkoba sepanjang 2017 dengan tersangka berjumlah 58.346 orang.

“(Sebanyak) 79 orang tersangka ini kami terpaksa tidak melalui pengadilan (ditembak mati) selama 2017. Ini merupakan bukti keseriusan aparat melawan narkotika," kata Budi Waseso di Jakarta.

Dari kasus-kasus tersebut, BNN menyita 4,71 ton sabu, 151,22 ton ganja dan 2.940.748 butir ekstasi. “Ada 27 kasus tindak pidana pencucian uang," kata Budi Waseso. Baca berita selengkapnya di sini.

—Rappler.com

X

Ayo langganan Indonesia wRap