Berita hari ini: Kamis, 4 Januari 2018

Perkembangan berita terbaru yang perlu Anda ketahui

%

%

%

%

%

%

%

%

Hello!

Hallo pembaca Rappler!

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Kamis, 4 Januari 2018.

Jaksa tuntut penyuap eks Dirjen Kemenhub hukuman penjara 4 tahun

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut pelaku penyuapan terhadap eks Dirjen Hubungan Laut Kementerian Perhubungan dengan hukuman penjara 4 tahun dan denda Rp 200 juta. Ilustrasi oleh Rappler

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut pelaku penyuapan terhadap eks Dirjen Hubungan Laut Kementerian Perhubungan dengan hukuman penjara 4 tahun dan denda Rp 200 juta. Ilustrasi oleh Rappler

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Komisaris PT Adhi Guna Keruktama, Adiputra Kurniawan dengan tuntutan empat tahun penjara. Ia merupakan penyuap mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono terkait proyek pengerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Selain hukuman penjara empat tahun, Jaksa KPK juga menuntut Adiputra dengan denda Rp 200 juta subsider lima bulan kurungan.

“Kami penuntut umum dalam perkara ini menyatakan Adiputra Kurniawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut,” ujar Jaksa Dian Hami Sena di Pengadilan Tipikor.

Ia menilai terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintah yang bersih dari kolusi, korupsi dan nepotisme. Modus suap yang dilakukan Adiputra tergolong baru, yakni dengan menggunakan ATM. Alhasil, proses pengungkapan oleh penegak hukum sempat sulit dilakukan.

Adiputra didakwa telah menyuap Tonny senilai Rp 2,3 miliar. Selengkapnya baca di sini.

KPK tangkap Bupati Hulu Sungai Tengah dalam OTT pertama tahun 2018

OTT. Ketua KPK Agus Rahardjo (kedua kiri) didampingi Wakil Ketua Laode Syarif (kiri) dan Saut Situmorang (kanan), Jamintel Kejaksaan Agung Adi Toegarisman (kedua kanan) memberikan keterangan pers mengenai operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 1 April. Foto oleh Akbar Nugroho Gumay/ANTARA

OTT. Ketua KPK Agus Rahardjo (kedua kiri) didampingi Wakil Ketua Laode Syarif (kiri) dan Saut Situmorang (kanan), Jamintel Kejaksaan Agung Adi Toegarisman (kedua kanan) memberikan keterangan pers mengenai operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 1 April. Foto oleh Akbar Nugroho Gumay/ANTARA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pertama di awal 2018. Lembaga anti rasuah dilaporkan menangkap tangan Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan berinisial AL.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengonfirmasi hal itu. Ia mengatakan OTT dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai dan Surabaya Jawa Timur.

“Betul, ada giat di Hulu Sungai Tengah Kalsel dan Surabaya,” ujar Agus.

Bupati AL ditangkap oleh penyidik KPK ketika tengah melakukan transaksi suap. Tetapi, belum diketahui identitas pemberi suap, tujuan dan jumlah uang yang disita dalam OTT tersebut. Agus hanya menyebut informasi itu akan disampaikan lebih lanjut dalam jumpa pers. Selengkapnya baca di sini.

- Rappler.com

X

Ayo langganan Indonesia wRap