Berapa gaji pilot di Indonesia?

Steffi Teowira
AirAsia Indonesia dilaporkan paling tinggi membayar pilotnya, dengan Rp 47,5 juta

Foto dari Qerja.com

JAKARTA, Indonesia — Begitu melangkah ke dalam kabin pesawat, Anda secara otomatis meletakkan kepercayaan sepenuhnya kepada pilot. Anda berasumsi bahwa awak pesawat akan disiplin mengikuti semua prosedur untuk menerbangkan Anda dan para penumpang lain dengan selamat hingga sampai ke tujuan.

Karena itu, ketika seorang pilot maskapai Citilink Indonesia tampak berjalan sempoyongan dan meracau sebelum menerbangkan pesawat, pantas jika kegelisahan muncul di antara penumpang. Insiden ini terekam dalam sebuah video viral yang menimbulkan kegegeran di media sosial.

Terlambat dan ngelantur berujung PHK

Lampu merah muncul ketika pilot tersebut tiba terlambat walau masih dapat diterima. Namun saat pilot Citilink nomor penerbangan QG800 jurusan Surabaya-Jakarta pada 28 Desember 2016 ini terdengar seperti meracau ketika menyampaikan pengumuman, kepanikan pun menyelimuti penumpang pesawat.

Penumpang menyuarakan kecurigaan bahwa pilot bernama Tekad Purna ini sedang dalam keadaan mabuk dan meminta pergantian pilot. Tekad kemudian segera diperiksa di klinik Bandara Juanda, Surabaya. Hasilnya negatif untuk konsumsi alkohol atau obat-obatan.

Meski begitu, VP Corporate Communication Citilink Indonesia Benny Butarbutar dalam jumpa pers pada 30 Desember di kantornya menyebutkan bahwa pihak perusahaan telah memutuskan untuk memberi sanksi kepada Tekad. Alasannya? Karena ia dianggap tidak menjalankan standard operating procedure (SOP) dengan baik sehingga berisiko membahayakan keselamatan penumpang.

Mengikuti perkembangan terbaru kasus ini, Direktur Utama Citilink mengajukan pengunduran diri secara lisan karena merasa bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Popularitas profesi pilot karena gaji besar

Tanggung jawab luar biasa besar dan standar tinggi yang perlu dipatuhi memang merupakan risiko kerja setiap pilot. Namun di sisi lain, prestige yang melekat plus iming-iming peluang berkelana ke berbagai kota dan negara tetap menjadikan profesi ini sebagai pilihan menggiurkan bagi kalangan muda.

Kompensasi moneter yang menarik tak dapat disangkal juga merupakan salah satu faktor utama, dengan kisaran standar gaji di puluhan juta rupiah. Walau begitu, nominal ini tentu hanya bisa didapatkan pilot dengan jam terbang tinggi. 

Skala perusahaan tempat bekerja dan jenjang kualifikasi pun cukup berpengaruh. Trainee First Officer di Lion Air, misalnya, memperoleh gaji sebesar Rp2,5 juta.

Setelah resmi melewati pelatihan, posisi co-pilot bisa meraup gaji sebesar Rp22,5 juta, berdasarkan data dari pegawai yang bekerja di AirAsia Indonesia. 

Perusahaan penerbangan ini juga memegang posisi gaji tertinggi bagi pilot dengan gaji Rp47,5 juta per bulannya, diikuti oleh Garuda Indonesia dengan gaji Rp36 juta dan Lion Airlines sebesar Rp10 juta. 

Perusahaan yang melayani carteran pesawat dan helikopter, Pelita Air Service, menawarkan kompensasi Rp25,5 juta.

Titel pilot juga tidak terbatas menjadi monopoli perusahaan penerbangan komersil, namun juga perusahaan di bidang lainnya seperti Sinar Mas Agro Resources and Technology yang menggaji pilotnya sebesar Rp37,5 juta.

Jadi, tertarik jadi pilot? —Rappler.com

Tulisan ini sebelumnya diterbitkan di Qerja.com, sebuah komunitas untuk berbagi informasi mengenai tempat kerja dan gaji di Indonesia.