aksi cepat tanggap - updates

Rappler's latest stories on aksi cepat tanggap

ARTICLE FINDER

Mengajak Eva bermain: Gadis kecil Rohingya yang kini sebatang kara

Oct 19, 2017 - 10:56 AM

Anak perempuan 9 tahun itu masih mengalami trauma. Tim Medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengadakan trauma healing untuk pulihkan kondisi psikologis anak-anak Rohingya

Dr Rizal dari Tim Medis ACT (kiri) berfoto bersama Eva, gadis 9 tahun Rohingya yang kehilangan anggota keluarganya. Foto dari ACT

Mengulurkan tangan untuk pengungsi Gunung Agung

Sep 28, 2017 - 12:36 PM

Telah terjadi ratusan kali gempa di sekitar Gunung Agung, Bali. Puluhan ribu orang mengungsi dan membutuhkan bantuan

Puluhan ribu jiwa mengungsi karena erupsi Gunung Agung Bali. Foto dari kitabisa.com

Ayo, bantu ringankan derita etnis Rohingya

Sep 04, 2017 - 12:25 PM

KitaBisa com menggalang donasi untuk menyelamatkan Muslim Rohingya di Rakhine Myanmar

Ribuan rumah terbakar dan Muslim etnis Rohingya kembali menjadi korban di Rakhine, Myanmar, pada 1 September 2017. Foto dari ACT/KitaBisa.com

Mengulurkan tangan untuk warga Palestina

Jul 25, 2017 - 7:04 AM

Israel memasang detektor metal di kompleks Masjid Al Aqsa Yerusalem Terjadi pertumpahan darah

PALESTINA. Anggota Bulan Sabit Palestina membantu seorang demonstran yang terluka saat bentrok melawan aparat Israel di Yerusalem pada 21 Juli 2017. Foto oleh Abbas Momani/AFP

Ayo, bantu korban banjir bandang di Belitung Timur

Jul 21, 2017 - 2:58 PM

Banjir mengakibatkan 7 kecamatan terendam dan putusnya akses jalan

Banjir bandang yang melanda Bangka Belitung pada Juli 2017. Foto dari kitabisa.com

Kita bisa membantu korban serangan gas beracun di Suriah

Apr 06, 2017 - 5:32 PM

Situs kitabisa com dan Aksi Cepat Tanggap ACT menggalang dana untuk korban perang saudara di Suriah Serangan gas beracun pada 4 April 2017 menewaskan lebih dari 80 orang

TAK SADARKAN DIRI. Seorang balita perempuan yang tak sadarkan diri menerima perawatan medis di kota Khan Sheikhoun usai mendapat serangan militer pada Selasa, 4 April. Foto oleh Omar haj kadour/AFP