Penantian panjang para Romanisti — sebutan fans AS Roma — berakhir. Jumat malam, 24 Juli, klub pujaan mereka untuk kali pertama menjejakkan kaki di Indonesia. Mereka siap menghibur para penggemar yang sudah menantikan momen bersejarah ini cukup lama.
Sore ini, Sabtu, 25 Juli, mereka akan bermain di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Karena Indonesia sedang disanksi federasi sepak bola dunia (FIFA), AS Roma tidak bisa melawan tim atau pemain lokal. Karena itu, laga di GBK akan digelar antara AS Roma A dan AS Roma B atau AS Roma merah dan AS Roma putih.
#ASRoma are heading to Jakarta for the 1st time today. Follow official Indonesian Twitter now @OfficialRoma_ID pic.twitter.com/HSai2vp9PD
— AS Roma (@OfficialASRoma) July 24, 2015
Dua artis Indonesia pun didaulat menjadi “promotor” dan “manajer”. Julia Perez akan memimpin tim putih sedangkan Julia Estelle tim merah.
Nite2 pic.twitter.com/DmC1JRcUYy
— juliaperez (@juliaperrez) July 24, 2015
Total jumlah rombongan klub berjuluk Giallorossi tersebut mencapai 36 orang. Sayang, lima di antaranya ditolak masuk Indonesia. Mereka adalah Gervinho, Seydou Doumbia (keduanya dari Pantai Gading), Victor Ibarbo (Kolombia), Adem Ljajic (Serbia), dan Pablo Sarabia (Paraguay).
Masalah yang menimpa 5 pemain itulah yang membuat proses kedatangan mereka di bandara Soekarno-Hatta terhambat. Jumpa pers yang sedianya digelar pukul 18:30 WIB di Hotel Shangri-La, tempat mereka menginap, pun molor hingga pukul 21:48.
CEO AS Roma Italo Zanzi yang ikut mendampingi tim sempat kecewa dengan situasi tersebut. “Kami mengalami situasi buruk di bandara. Lima pemain kami tak bisa masuk. Sekarang mereka pulang kembali ke Roma. Kami benar-benar kecewa mengingat begitu berat usaha kami untuk bisa ke sini,” kata Zanzi seperti dikutip situs resmi klub.
Situasi yang dialami Roma pernah terjadi saat klub Malaysia Pahang FA gagal bertanding melawan Persipura Jayapura, Mei lalu. Penyebabnya, sejumlah pemain asing mereka belum memiliki visa kedatangan ke Indonesia. Padahal, seharusnya visa sudah harus diurus sebelum mereka berangkat.
Jika Pahang memutuskan semua anggota tim pulang kembali ke Malaysia, AS Roma tidak. Klub asuhan Rudi Garcia itu memilih memulangkan pemain yang bermasalah. Mereka akan berusaha tampil maksimal dengan pemain yang ada.
Zanzi menjamin bahwa laga bakal tetap berlangsung seru. “Kami harus menghadapi situasi buruk ini sebagai pengalaman positif untuk masa depan. Sebab, kami di sini datang karena para fans yang menyambut kami dengan luar biasa,” kata Zanzi.
Italo #Zanzi mengatakan bahwa sambutan penggemar kami di Indonesia adalah yang terbaik sejauh ini #ASRoma pic.twitter.com/GZ87AikFbv
— AS Roma Indonesia (@OfficialRoma_ID) July 24, 2015
Rombongan Roma menggunakan pesawat khusus dan mendarat di terminal kargo Bandara Soekarno-Hatta. Mereka sudah disambut seratusan suporter.
Namun, banyak suporter yang harus kecewa. Sebab, Francesco Totti dkk. menumpang bus khusus keluar terminal kargo dan langsung menuju hotel. Tak ada awak media yang mampu mendekati mereka.
@OfficialRoma_ID kami sudah Siap menyambut kalian, Benvenuto alla Indonesia! @OfficialASRoma #ASRoma #ASRomaDay2015 pic.twitter.com/Bgh4XWwv3E
— Bharga Wisnawa (@bwisnawa) July 24, 2015
Hanya 30-an fans Roma yang diberi kesempatan oleh pihak promotor laga, Nine Sport, untuk menyambut Il Lupi, julukan lain Roma yang berarti serigala.
Namun, beberapa fans memilih untuk menyambut mereka di Hotel Shangri-La.
Its the real fans at shangrila @RomaIndonesia @OfficialRoma_ID @OfficialRadja @salihucan48 #ASRomaDay2015 pic.twitter.com/sfvAfZT270
— yudhi hafiz (@yudhihafiz) July 24, 2015
“Kami langsung membawa rombongan ke imigrasi, bus, dan ke hotel. Mereka kelelahan dan harus langsung istirahat,” kata Gery Alysius Yesayas, corporate communication Nine Sport.
Radja Nainggolan pulang kampung
Kedatangan AS Roma di Indonesia menjadi momen emosional bagi gelandang Radja Nainggolan. Sebab, di negara inilah ayahnya, Marianus Nainggolan, dilahirkan.
Radja lahir dari ayah berkebangsaan Indonesia yang menikah dengan warga Belgia, Lizy Bogaerts.
Namun, meski berayah Indonesia, Radja memilih berpaspor Belgia. Lelaki kelahiran Antwerp 27 tahun silam ini tak banyak tahu tentang ayahnya. Yang dia tahu, Marianus berasal dari suku Batak.
Radja juga tumbuh besar di Belgia sebelum akhirnya hijrah ke Italia untuk memperkuat klub-klub seperti Piacenza (2006-2010), Cagliari (2010-2014), kemudian Roma sejak 2014 hingga sekarang.
Radja bahkan hampir tak pernah berkunjung ke Indonesia. Kali pertama dia “pulang kampung” pada dua tahun lalu.
“Pertama kali ke sini dua tahun lalu saya menerima banyak cinta. Saat ini semakin banyak yang saya terima. Ini negara spesial saya,” kata Radja.
.@OfficialRadja: “Saya mengunjungi Indonesia dua tahun lalu, dan kini saya amat senang untuk kembali.” #ASRomaDay2015 pic.twitter.com/M8ZJQCqXnm
— AS Roma Indonesia (@OfficialRoma_ID) July 24, 2015
.@OfficialRadja: “Kali pertama saya kemari, saya menerima banyak keriaan. Negara ini amat menarik.” #ASRomaDay2015 pic.twitter.com/YH8FFN9KKa
— AS Roma Indonesia (@OfficialRoma_ID) July 24, 2015
Ketua Romanisti Indonesia Mei Kuncoro menjanjikan para suporter akan menyambut meriah AS Roma di GBK. Sebanyak 8 ribu Romanisti siap menyanyikan lagu-lagu dukungan. “Sampai saat ini sudah 5.000 tiket habis,” kata Kuncoro.
Fans inside the stadium during what was supposed to be a ‘closed’ training session until @RudiGarcia invited fans in pic.twitter.com/PJOkWmHpja
— AS Roma English (@ASRomaEN) July 25, 2015
‘Forza Roma, Roma Campione!’ pic.twitter.com/JHCESu48cs
— AS Roma Indonesia (@OfficialRoma_ID) July 25, 2015
Pintu gerbang GBK akan dibuka lebih awal. Jika semula dijadwalkan pukul 19:00 WIB, pintu akan dibuka mulai pukul 16:00 WIB.
Kuncoro mengatakan, Romanisti datang dari berbagai penjuru Indonesia. Ada Romanisti Aceh hingga Papua.
“Tak ada yang ingin melewatkannya. Ini momen bersejarah. Kami ingin menjadi bagian darinya,” kata Kuncoro.—Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.