Ramai-ramai tuding OC Kaligis jadi otak penyuapan

Febriana Firdaus
Ramai-ramai tuding OC Kaligis jadi otak penyuapan
Gubernur Sumut beserta istri mengatakan OC Kaligis adalah pihak yang bersikukuh ingin tangani kasus penyuapan.

JAKARTA, Indonesia — Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menegaskan istri keduanya, Evi Susanti, bukan pihak yang berinisiatif menyuap tiga hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Gatot menyebut justru Otto Cornelis Kaligis adalah pihak yang bersikukuh ingin menangani kasus dugaan penyuapan hakim tersebut. 

“Setelah pendampingan staf berdua ke PTUN, kami tidak tahu menahu. Justru istri saya yang mengingatkan pada OC jangan dilanjutkan,” kata Gatot saat menggelar konferensi pers di Hotel Luwansa usai diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama lebih dari 12 jam, Selasa dini hari, 28 Juli. 

Staf yang dimaksud adalah Sekretaris Daerah Sumatera Utara Hasban Ritonga dan Kepala Biro Keuangan Pemerintah Sumatera Utara Ahmad Fuad Lubis. 

Keduanya dipanggil Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung atas dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial tahun anggaran 2012 dan 2013 oleh Pemerintah Sumatera Utara.

Kantor pengacara OC Kaligis lah yang ditunjuk menjadi pengacara di kasus ini. Awal bulan ini, anak buah Kaligis, M. Yagari Bhastara yang juga dikenal sebagai Gerry, tertangkap tangan menyuap hakim dan panitera PTUN Medan

Evi kemudian menimpali keterangan Gatot. “Saya hanya remind (mengingatkan) Gerry, tapi Pak OC ingin berlanjut. Saya bertanya apakah sidang itu berjalan atau tidak,” kata Evi.

(BACA: Istri Gubernur Sumut Evi Susanti diperiksa KPK)

Dan tentang perannya itu sudah ditanyakan pada Kaligis oleh penyidik. Penyidik bahkan sudah memperdengarkan sebuah rekaman terkait itu padanya. Dalam rekaman itu, kata Evi, ia hanya bertanya penanganan pendampingan dua staf Gatot. 

Pernyataan Evi ini bertentangan dengan kubu Kaligis. “Gerry menyebut peran Evi begitu dominan karena menjadi penghubung antara pihak Gatot dan OC Kaligis. Evi juga yang kerap memberi perintah. Ini-itunya ia yang mengatur,” ujar pengacara Gerry, Haerudin Masarro, kepada Tempo.co. 

Haerudin juga bercerita bahwa Gerry tahu Evi sering memberi uang ke OC Kaligis. “Uang itu, menurut Gerry, dari Gatot selaku klien OC Kaligis. Uang beberapa kali dikirim lewat Evi,” ujarnya. 

Gatot akui usulkan Kaligis 

Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho (ketiga dari kiri) dan istrinya Evi Susanti menjelaskan terkait pemeriksaan selama 12 jam oleh KPK, 28 Juli 2015. Foto oleh Febriana Firdaus/Rappler

Mengenai usulan untuk memakai jasa Kaligis, Gatot mengakui bahwa ia sebagai pihak yang pertama kali mencetuskan ide tersebut. 

“Staf saya, Serda dan Biro Keuangan, dipanggil Kejati dan Kejagung. Beliau berdua melaporkan panggilan itu kepada saya. Saya bilang, penuhi panggilan itu tapi didampingi pengacara. Karena OC pengacara saya, maka saya sarankan OC,” kata Gatot. 

“Setelah itu saya tidak tahu,” katanya lagi. (BACA: Kasus suap PTUN Medan, Gubernur Sumut diperiksa)

Lalu mengapa Evi yang menanggung biaya operasional pengacara, padahal yang berpekara adalah dua staf pemerintah provinsi? 

Evi tak langsung menjawab pertanyaan wartawan tersebut. Saat sesi pertanyaan tersebut, Gatot langsung mengambil alih, “Saya suaminya saya yang bertanggung jawab (untuk menjawab pertanyaan wartawan),” kata Gatot. 

Gatot kemudian menjelaskan bahwa istrinya tersebut hanya aktif menanyakan kabar tentang kasus dua stafnya, apakah dilanjutkan atau tidak. 

Evi kemudian menyambung bahwa ia memang menggunakan uang pribadinya untuk memberikan biaya operasional pengacara pada Kaligis waktu itu. Jumlahnya sekitar Rp 50 juta per setiap kedatangan Kaligis ke Sumatera Utara. 

Penyidik cecar Gatot ihwal duit suap?

Setelah menampik tudingan bahwa istrinya adalah pihak di balik skenario penyuapan tiga hakim, Gatot juga membantah telah ditanya ihwal duit suap oleh penyidik KPK dalam pemeriksaan selama 14 jam kemarin. 

“Kami tidak ditanya, tidak ada yang terkait itu,” kata Gatot. 

Hingga Senin, 27 Juli, Gatot sudah dicecar 53 pertanyaan, yakni 28 pertanyaan pada hari pertama pemeriksaan, dan 27 pertanyaan pada hari kedua pemeriksaan. 

Ia selanjutnya mengaku hanya ditanya seputar perkenalannya dengan OC Kaligis, tiga hakim PTUN Medan, dan panitera. 

“Saya mengenal OC setelah saya menikah dengan istri saya, Evi Susanti. Saya tidak pernah memerintahkan untuk hal itu,” ucap Gatot. 

Evi menambahkan bahwa ia sudah kenal Kaligis sejak 2002. 

Lalu dari mana Evi mendapatkan duit senilai 10.000 dolar Singapura tersebut? “Anggaran kami pribadi,” akunya.

Meski Gatot membantah keras, sumber Rappler di lembaga anti-rasuah menyebut bahwa penyidik sempat menanyakan ihwal duit tersebut pada Gatot. Sumber di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan juga mengakui lembaganya sedang menelisik dugaan aliran dana dari Gatot ke Evy untuk Kaligis. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.