PPATK telisik rekening 48 calon pimpinan KPK mulai hari ini

Febriana Firdaus
PPATK telisik rekening 48 calon pimpinan KPK mulai hari ini
PPATK memastikan penelisikan rekening bukan hanya pada calon pimpinan, tapi juga anggota keluarganya.

JAKARTA, Indonesia — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan akan mulai menelisik rekening 48 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai hari ini, Kamis, 30 Juli.

Penelisikan rekening ini dilakukan setelah panitia seleksi (Pansel) resmi meminta lembaga intelijen keuangan negara tersebut pada Rabu, 29 Juli. 

“Permintaannya sudah kami sampaikan tadi, dan memang kerjasama itu sudah disepakati sebelumnya. Bahwa itu akan menjadi pertimbangan pansel,” kata juru bicara Pansel KPK Betti Alisjahbana pada Rappler, Rabu malam. 

Jika PPATK menemukan transaksi mencurigakan dari kandidat calon pimpinan KPK, hal tersebut akan menjadi catatan khusus bagi Pansel.

Menurut Betty, penelisikan ini akan berlangsung hingga 21 Agustus.

Wakil Ketua PPATK Agus Santoso membenarkan bahwa lembaganya telah menerima permintaan penelisikan tersebut.

“Kami kerjakan penelusurannya maksimum dua minggu,” kata Agus. 

Keluarga capim juga ditelisik

Agus menambahkan bahwa penelisikan tidak hanya dilakukan pada capim KPK, tapi juga keluarganya. 

Seperti apa penelisikannya? 

“Misal, apakah pernah terlapor (dan keluarganya) pernah melakukan transaksi keuangan yang mencurigakan atau transaksi-transaksi dalam bentuk cash di atas Rp 500 juta, atau transaksi-transaksi di luar profil keuangan mereka,” ujar Agus. 

Dengan model penelisikan yang sudah dilakukan PPATK selama bertahun-tahun tersebut, Agus berharap lembaganya bisa membantu pansel untuk mendapatkan calon yang terbaik.

“Karena rekrutmen itu titik yang paling krusial,” kata Agus. 

Agus dan jajaran PPATK berharap agar pansel mendapat calon yang kompeten, berani bertindak, berintegritas, jujur, dan memiliki rekam jejak keuangan yang bersih. 

Sebelumnya, 48 calon pimpinan KPK lolos dalam seleksi tahap kedua. Di antara mereka adalah Wakil Ketua KPK Johan Budi dan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshiddiqqie.

Dari Polri, ada Polwan Brigjen Basaria Panjaitan yang mendapatkan dukungan penuh dari Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, serta Kapolda Papua Irjen Yotje Mende yang juga ikut maju ke tahap berikut.

Baca daftar nama capim yang lolos tahap kedua di sini. 

Kandidat siap ditelisik rekeningnya

Salah satu kandidat pimpinan, Johan Budi, mengaku siap untuk ditelisik rekeningnya. Ia malah mendukung langkah pansel melibatkan PPATK. 

“Pelibatan lembaga penegak hukum, termasuk PPATK, sangat penting. Karena sebagai lembaga yang kredibel, PPATK punya peran yang penting untuk menelusuri perjalanan rekening capim KPK,” kata Johan. 

Kalau kamu ingin mendukung atau sebaliknya tak ingin calon tertentu jadi pimpinan KPK, caranya mudah. Kunjungi capimkpk.setneg.go.id dan tuliskan pendapatmu di sana. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.