Rekor buruk Arsene Wenger terhadap bos Chelsea Jose Mourinho mulai membaik. Setelah dalam 13 pertandingan tak pernah menang (7 kalah, 6 seri) untuk kali pertama Wenger meraih kemenangan, Minggu 2 Agustus.
Arsenal membekuk Chelsea 1-0 dalam laga pembuka Premier League tersebut. Gol tercipta melalui Alex Oxlade-Chamberlain di menit ke-24.
.@Arsenal beat Chelsea 1-0 at Wembley to win the @FA Community Shield thanks to a stunning @Alex_OxChambo strike pic.twitter.com/UwhzYbxtBC
— Premier League (@premierleague) August 2, 2015
Kemenangan itu tak lepas dari strategi Wenger bermain tanpa striker murni. Dengan formasi 4-2-3-1, manajer asal Perancis itu menempatkan Theo Walcott yang berposisi winger sebagai ujung tombak serangan.
Skema tersebut membuat tim berjuluk The Gunners itu mengawali pertandingan dengan bermain cepat. Mereka berinisiatif menyerang melalui kedua sayap. Walcott yang tak biasa menunggu bola di kotak penalti membuat para bek Chelsea kebingungan mengawalnya. Sebab, wilayah pergerakannya luas.
Puncaknya, dia berdiri bebas di depan kotak penalti Chelsea. Dia lantas mengirim assist kepada Chamberlain yang berada di sayap kanan. Chamberlain membawa bola dan menendang dengan kaki kiri ke tiang jauh kiper Chelsea Thibaut Courtois.
Bek Chelsea Cesar Azpilicueta tak berdaya mengawalnya.
THAT passion! #Coquelin #Arsenal pic.twitter.com/2ECKvzDhKj
— Arsenal Related (@ArsenalsRelated) August 2, 2015
Ketinggalan satu gol membuat Chelsea mendominasi penguasaan bola. Total dominasi mereka mencapai 59 persen. Namun, tak banyak peluang emas yang mereka dapatkan. Hanya dua peluang. Satu kesempatan via sundulan bek Kurt Zouma dan satu lagi dari tendangan bebas Oscar.
Arsenal yang unggul justru lebih banyak menahan serangan klub berjuluk The Blues tersebut. Tapi, justru mereka yang lebih banyak mengancam gawang Courtois.
Beberapa kali pasukan Wenger hampir menambah gol. Tapi selalu kandas di tangan kiper berpaspor Belgia tersebut.
Mourinho sempat berusaha mengutak-atik komposisi pemain. Di babak kedua dia memasukkan striker Radamel Falcao untuk menggantikan Loic Remy, Oscar untuk Ramires, dan winger Victor Moses untuk bek John Terry. Tapi, tak banyak perbedaan.
Justru setelah Wenger memasukkan striker Olivier Giroud menggantikan Walcott di menit ke-66, serangan Arsenal lebih mematikan.
Mourinho vs Wenger belum usai
Usai wasit Anthony Taylor meniup peluit panjang tanda laga berakhir, Mourinho dan Wenger tak menunjukkan tanda-tanda bakal berdamai. Wenger yang memenangi laga tak mendatangi Mourinho, begitu juga sebaliknya. Begitu selesai, Wenger lantas berjalan menuju kamar ganti pemain.
Sebelumnya, Mourinho melancarkan komentar pedas kepada Wenger. Dia menyebut rekor Wenger atas dirinya terlalu buruk untuk diterima. Pelatih asal Portugal itu meminta Wenger mengevaluasi dirinya habis-habisan.
(BACA: Arsenal vs Chelsea: Arsene Wenger melawan Goliath)
Usai penyerahan trofi Community Shield, Mourinho dan Wenger tetap tidak berjabat tangan. Saat para pemain Arsenal turun dari tribun, pelatih berjuluk The Special One itu menjabat satu per satu pemain.
Tapi, begitu tiba giliran Wenger, Mourinho berbalik (mungkin itu dia lakukan karena Wenger membelok dari jalur Mourinho menghadang pemain). Jadi, siapa menghindari siapa sebenarnya? Simak saja video berikut ini.
Kemenangan tersebut membuat Wenger berhasil mengumpulkan enam gelar Community Shield bersama Arsenal. Meski hanya bertajuk partai pembuka musim 2015-2016 yang mempertemukan juara Premier League dan Piala FA, Wenger menganggap laga tersebut tetap penting.
Wenger: “If you lose it, they say you lost a trophy. If you win it, they say it’s only the Community Shield.”#Arsenal pic.twitter.com/3qK1AEOhrM
— Arsenal Related (@ArsenalsRelated) August 2, 2015
Tentu saja, kubu Chelsea menganggap Community Shield hanya selevel pertandingan persahabatan. Mungkin berbeda jika Chelsea yang menang.
FT – Arsenal 1-0 #Chelsea | Blues could have so easily been level, but Wenger gets his first victory over Mourinho in a pre-season friendly.
— Chelsea HQ (@Chelsea_HQ) August 2, 2015
Petr Cech raih ‘treble winner’
Bagi kiper anyar Arsenal Petr Cech, hasil tersebut semakin memperkuat pertanda bahwa kehadirannya adalah berkah bagi klub London tersebut. Hanya perlu tiga laga bagi mantan-nya Chelsea itu untuk meraih tiga trofi, yakni dua trofi laga pramusim dan satu Community Shield.
Love this from Petr Cech. Like a boss. #Arsenal #PC33 http://t.co/ZoeIgnoTSG
— Arsenal Related (@ArsenalsRelated) August 2, 2015
Kepercayaan diri Arsenal menghadapi Premier League musim ini memang melonjak. Tapi, mereka harus waspada. Sebab, tradisi menunjukkan klub yang menjuarai Community Shield tak lantas menjuarai liga.
Klub terakhir yang menjuarai Community Shield kemudian juara Premier League adalah Manchester United. Itupun pada 2010 silam. Karena itu, kompetisi sesungguhnya baru dimulai untuk Arsenal. Juga untuk Wenger. Baik untuk memenangi Premier League, maupun untuk kembali mengalahkan Mourinho. –Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.