Sebelas WNI yang ditangkap di Arab mengganggu ketertiban

Adelia Putri
"Mereka mengadakan salat dengan khotbah, bikin lingkaran.”

Foto oleh Mohammed al-Shaikh/AFP

JAKARTA, Indonesia— Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa 11 orang Indonesia yang ditangkap di Arab Saudi pada Idul Fitri dilaporkan mengganggu ketertiban umum.

“Mereka salat Ied pada Sabtu, padahal pemerintah menentukan Lebaran itu hari Jumat. Mereka mengadakan salat dengan khotbah, bikin lingkaran,” kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu M. Iqbal. “Mereka dilaporkan oleh jemaah. Ketika didatangi oleh polisi yang mengimbau, mereka menolak bubar karena belum selesai.”

(BACA: Bergamis hitam, 11 WNI ditahan di Arab

Sebelas orang tersebut ditangkap di Masjidil Haram. Mereka juga dipermasalahkan karena salat dengan cara yang tidak biasa tersebut di tempat teramai di Masjidil Haram.

“Padahal kan Masjidil Haram luas, tapi mereka pilih di dekat Maqam Ibrahim,” kata Iqbal.

Dalam pemeriksaan, polisi juga mencatat bahwa rombongan WNI tersebut mengaku bahwa pimpinan mereka, Zubair Amir Abdullah, adalah Imam Mahdi. Zubair juga dibawa ke rumah sakit jiwa untuk pemeriksaan. Namun, Iqbal membantah bahwa penangkapan terkait dengan pengakuan ini.

Namun, menurut Iqbal, dia ditangkap bukan karena statusnya sebagai “Imam Mahdi”. “Ini karena ganggu ketertiban,” kata Iqbal. 

“Ini juga tidak ada urusannya dengan terorisme dan radikalisme. Ini harus diluruskan. Ini murni urusan ijtihad.”

Sebelas orang tersebut, yang saat ini masih berada di rumah tahanan sementara Mekkah dan penjara umum wanita, kini hanya bisa menunggu proses.

“Kasus ini masih ditangani oleh KBRI. Kami sudah bertemu dengan pihak Masjidil Haram, kepolisian, dan investigator,” kata Iqbal. “Kami berharap mereka dapat segera dipulangkan. Namun, semua masih dalam proses.” —Rappler.com