Piala Kemerdekaan: Ujian pertama produk turnamen Tim Transisi

Mahmud Alexander
Piala Kemerdekaan: Ujian pertama produk turnamen Tim Transisi
Untuk kali pertama, Tim Transisi menggelar turnamen perdana setelah PSSI dibekukan. Bagaimana kesiapannya?

JAKARTA, Indonesia – Hari ini, Sabtu, 15 Agustus, menandai sejarah sepak bola Indonesia. Untuk kali pertama, Tim Transisi menggelar turnamen perdana setelah PSSI dibekukan. Kick off secara resmi digelar di Serang pukul 19:00 WIB oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Gaung Piala Kemerdekaan jelang kick off memang tak seramai saat wacana turnamen dihembuskan. Menjelang start, turnamen seperti lesu darah. Pemberitaan yang heboh berkurang. Turnamen terlihat tenggelam.

Situasi ini terjadi karena televisi banyak yang tak meliput kegiatan Piala Kemerdekan. Tapi siapa sangka, di daerah persiapan sudah 100 persen. Perangkat pertandingan sudah siap, lapangan tinggal digunakan, tiket juga telah dijual.

Pembagian grup 

Berikut ini pembagian grup Piala Kemerdekaan: 

  • Grup A: PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Persires, Lampung FC, Persitara, Kalteng Putra   
  • Grup B: Perserang Serang, Cilegon United, Persika Karawang, Persidago Gorontalo, PS Yahukimo, Mojokerto Putra   
  • Grup C: Persepam Madura Utama, Madiun Putra, Persekap Kota Pasuruan, Persatu Tuban, Persinga Ngawi, Persebo Bondowoso   
  • Grup D: Persis Solo, Persibangga Purbalingga, Persiba Bantul, PSIR Rembang, PPSM Magelang, PSS Sleman  

24 tim peserta sudah berada di enam kota yang menjadi home base empat grup, yakni Medan dengan Stadion Teladan untuk grup A, Serang dengan Stadion Maulana Yusuf, dan Cilegon dengan Stadion Krakatau Steel untuk grup B. 

Kemudian, home base di grup C digelar di Solo dengan Stadion Manahan dan Bantul dengan Stadion Sultan Agung.  Sedangkan grup D dilaksanakan di Kota Madiun dengan Stadion Wilis sebagai tuan rumahnya.

Piala Kemerdekaan menggunakan format home tournament dengan setengah kompetisi. Di tiap grup,  diambil dua tim terbaik untuk melaju ke perempat final. Setelah fase grup, babak knock out bakal digelar di Madura jika Persepam MU lolos.

Kick off Piala kemerdekaan sejatinya sudah dimulai pada Sabtu sore nanti, pukul 15.00 di 5 kota. Khusus Serang, laga kick off digelar malam hari, pukul 19.00, dan menjadi seremonial kick off resmi Piala Kemerdekaan karena dihadiri Presiden Jokowi.

Sponsor telat deal

Apa yang menjadi kekurangan? Tentu saja sponsor.

Sebab, sampai Jumat, 14 Agustus malam, MoU alias nota kesepahaman baru diteken. Otomatis, materi sponsor tak akan bisa siap dalam sehari. Karena itu, jangan kaget jika di papan iklan di lapangan yang terlihat hanya tagline, logo Piala kemerdekaan, dan juga logo pemda tempat turnamen digelar.

Sejauh ini, perhitungan kebutuhan total untuk menggelar Piala Kemerdekaan mencapi hampir Rp 40 miliar. Anggaran itu membengkak karena ada instruksi dari Presiden Jokowi untuk meningkatkan hadiah juara di turnamen ini.

“Awalnya hadiah cuma Rp 500 juta untuk juara, sekarang jadi Rp 1,5 miliar. Karena itu, harus kerja keras mencari sponsor,’’ ucap anggota Tim Transisi, Zuhairi Misrawi. 

Jumlah itu murni berasal dari kantong-kantong sponsor yang kebanyakan baru deal dalam satu-dua hari terakhir.

Lambatnya mencari sponsor oleh pelaksana ini cukup mengejutkan. Sebab, Presiden Jokowi telah memberikan restu dan telah memintalangsung BUMN agar membantu pelaksanaan Piala Kemerdekaan.

Bahkan, Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Noor Aman sempat membocorkan,  salah satu sponsor adalah Bank Mandiri. “Saya habis rapat dengan Tim Transisi. Mereka presentasi saat bertemu Presiden. Presiden memerintahkan Menteri BUMN untuk mem-backup Piala Kemerdekaan. Menterinya minta tolong ke Bank Mandiri,” katanya beberapa waktu lalu.

Tiga calon terkuat juara

Dari 24 tim yang ambil bagian di Piala Kemerdekaan, ada tiga tim favorit juara. Mereka adalah Persis Solo, PSMS Medan, dan Persepam MU. Untuk kuda hitam, bisa Perserang Serang yang memanfaatkan tenaga eks pelatih Persis, Widyantoro.

Persis adalah tim yang paling siap secara materi dan pengalaman bertanding. Sebab, sebelum ke Piala Kemerdekaan, Laskar Samber Nyawa terlebih dulu tampil di Piala Polda Jateng. Mereka menjadi runner up setelah takluk dari PSIS Semarang.

Otomatis, kekompakan dan kerja sama tim telah teruji. Persis bahkan melakukan penambahan satu dua pemain untuk meningkatkan daya serang tim. “Melihat materi, kami sangat siap dan optimistis bisa menjadi juara di sini. Target kami bukan sekadar menjadi peserta, tapi membawa trofi,” kata sang pelatih, Aris Budi Sulistyo.

Sementara itu, PSMS Medan mengandalkan materi lokal plus pemain-pemain dari luar daerah. Mereka bahkan berkali-kali melakukan uji coba untuk mengasah kekuatan tim.

Persiapan mereka paling panjang. Pasca kompetisi dihentikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan alasan force majeure 2 Mei lalu, mereka hanya meliburkan tim selama sekitar tiga pekan. Setelah itu, skuat PSMS kembali berlatih.

Dukungan publik Medan bisa memuluskan upaya PSMS untuk sapu bersih seluruh laga di grup A. Sebab, pertandingan digelar di kandang sendiri, Stadion Teladan, Medan.

Sementara itu, Persepam MU menjadi tim yang diperhitungkan karena kehadiran pelatih sarat pengalaman, Jaya Hartono. Mereka juga memiliki pemain yang bagus dan  kebanyakan eks pemain kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Indonesia Super League (ISL). Sebab, Persepam adalah tim ISL yang terdegradasi. 

“Kami punya target lolos grup, main di kandang kami dan kami bisa ke final. Saya yakin dengan kualitas tim ini,” kata Asisten Manajer Persepam Nadi Mulyadi.—Rappler.com

BACA JUGA: 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.