Satu WNI tewas dalam bom Bangkok

Adelia Putri
Satu WNI lainnya masih dirawat secara intensif.

Bom Bangkok. Foto oleh Rungroj Yongrit/EPA

JAKARTA, Indonesia— Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi meninggalnya satu orang WNI dalam serangan bom di Bangkok.

“Ada satu orang meninggal,” kata Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir, Selasa, 18 Agustus. “Satu lagi yang ditemukan (sekarang) berada di ICU Rumah Sakit Polisi Huai Chiew.”

Kedua orang tersebut adalah sepasang suami istri yang sedang berkunjung ke Bangkok, mereka sedang berada di lokasi saat bom meledak.

“Istrinya meninggal di tempat, sementara suaminya masih dirawat di ICU,” kata Arrmanatha.

Korban tewas atas nama Lioe Lie Tjing, sementara suaminya bernama Hermawan Indradjaja.

Ledakan terjadi di Kuil Erawan pada Senin, pukul 19.00. Belakangan ledakan diketahui berasal dari bom yang diletakkan di lingkungan kuil. Polisi lokal mengatakan jumlah korban meninggal mencapai 21 orang dan ada 123 korban terluka. 

 

 

 

Kemenlu sedang menjalin koordinasi dengan pihak KBRI di Bangkok untuk mencari tahu apakan ada WNI lainnya yang menjadi korban ledakan bom tersebut.

Namun, Kemenlu belum akan mengevakuasi WNI di Bangkok ataupun mengeluarkan travel warning bagi wisatawan yang sedang atau akan ke Bangkok.

“Kami sedang memantau perkembangannya. Saat ini belum ada arah ke sana,” ujar Arrmanatha.

Duta Besar Indonesia untuk Thailand Lutfi Rauf telah meminta WNI yang berada di Bangkok untuk menjauhi lokasi ledakan dan tetap berhati-hati serta saling mengingatkan bila terdapat hal yang mencurigakan.—Rappler.com