Setelah Kampung Pulo, Pemprov DKI akan tertibkan Bukit Duri

Rappler.com
Setelah Kampung Pulo, Pemprov DKI akan tertibkan Bukit Duri

GATTA DEWABRATA

Ahok mengaku telah siapkan rusun memadai bagi warga

JAKARTA, Indonesia — Setelah menertibkan pemukiman di Kampung Pulo, Jakarta Timur, kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Bukit Duri sebagai lokasi penertiban selanjutnya.

Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, termasuk daerah yang terdampak program normalisasi Kali Ciliwung. Di pemukiman tersebut tinggal sekitar 8.000 orang. 

Gubernur Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua rumah susun sederhana bagi warga Bukit Duri yang harus pindah.

“Ada di Cibesel (Cipinang Besar Selatan) dan Pulogebang, Jakarta Timur,” kata Ahok, Selasa, 25 Agustus, di Balai Kota, pada media

Di Rusunawa Cibesel, Pemprov menyediakan 160 unit dan terdapat 150 unit lainnya di Rusunawa Pulogebang.

Namun, pemindahan ini akan dilakukan setelah proses pemasangan dinding turap (sheet pile) di sisi lokasi bekas penertiban di Kampung Pulo selesai dan persiapan rusunawa bagi warga yang tergusur benar-benar selesai.

“Di mana mana akan kami bangun rusun, 50.000 unit, dan masih di Jakarta. Kalau enggak bisa tahun ini (warga Bukit Duri ditertibkan), ya biarin saja. Target saya, tahun ini cuma Kampung Pulo tidak banjir lagi,” kata Ahok.  

Ia juga berharap kesuksesan relokasi Kampung Pulo bisa membuat warga Bukit Duri mau dipindakan.

“Kalau Kampung Pulo sudah beres, saya harap orang Bukit Duri bisa melihat perubahan ini,” kata Ahok pada media

Sementara itu, kebanyakan warga Bukit Duri mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi mengenai rencana Pemprov ini. 

“Sosialisasi resmi dari lurah sama camat belum ada. Tapi kami nonton di TV, Ahok bilang kami mau digusur juga. Ya dengar kabar gitu resah juga kami jadinya,” kata Jasandi, Ketua RT 05, RW 12 Bukit Duri, Senin, 24 Agustus, pada Viva.co.id.

“Kaget juga, sosialisasi belum ada, lurah, camat belum ke sini. Tapi Ahok ngomong di media ini (Bukit Duri) mau digusur,” katanya.

Seperti warga Kampung Pulo, Jasandi bersikukuh kalau mereka bukan warga liar karena selalu membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Respon warga pun bervariasi. Jasandi, misalnya, mengatakan akan menuntut hak-haknya bila penggusuran tetap terjadi.

Salah seorang warga lainnya, Munir Azhari, punya pendapat berbeda. Ia mengatakan akan mengikuti keputusan pemerintah meskipun sudah tinggal di Bukit Duri selama puluhan tahun. 

“Kalau memang digusur ya mau bagaimana lagi, saya ikuti pemerintah, kalau memang itu untuk menghindari banjir Jakarta,” katanya pada CNN Indonesia

Sebelumnya, pada Kamis, 20 Agustus, Pemprov DKI Jakarta melakukan penggusuran warga Kampung Pulo yand mendapatkan resistensi dari masyarakat. Sempat terjadi bentrokan antara warga dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang melakukan penertiban dan mengakibatkan belasan orang terluka. —Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.