“Kalau September masih terlalu cepat, sedangkan kalau akhir tahun likuiditas dunia kering, jadi waktu yang ideal untuk menaikkan suku bunga bagi The Fed ya Oktober,” katanya, Kamis, 27 Agustus 2015.
Wacana naiknya tingkat suku bunga acuan di Amerika Serikat telah beredar untuk waktu yang lama, setelah proses pemulihan perekonomian mereka mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Namun hingga saat ini, belum juga ada keputusan.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sebagaimana dilansir oleh The Wall Street Journal menilai bahwa situasi ini merupakan salah satu sumber ketidakpastian ekonomi global yang merebak belakangan.
“Lebih baik Amerika Serikat mengambil keputusan. Yang membuat pasar finansial bergejolak adalah ketidakpastian,” kata Bambang, Kamis.
Tingkat suku bunga acuan di Amerika Serikat adalah salah satu faktor utama penentu jumlah permintaan terhadap dolar Amerika Serikat (US$). Sesuai dengan hukum dasar ekonomi, jumlah permintaan terhadap suatu barang, termasuk mata uang akan menentukan harganya.
Sebagai mata uang internasional, harga dolar Amerika diukur dengan nilai tukarnya terhadap mata uang lain yang menjadikannya acuan, termasuk rupiah. Inilah pentingnya keputusan The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan mereka bagi perekonomian Indonesia. — Rappler.com
Baca juga:
- Perekonomian global tak menentu, BI pertahankan suku bunga acuan
- Hadapi ketidakpastian ekonomi, pemerintah genjot daya saing industri
- Agar rupiah tak tembus Rp 14.000
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.