Nama 8 capim KPK yang diterima Presiden Jokowi

ATA
8 nama capim KPK dibagi menjadi 4 kategori kompetensi: Pencegahan, Penindakan, Manajemen, dan Supervisi.

SELAMATKAN KPK. Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi berunjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi terkait penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Mabes Polri, Jumat, 23 Januari 2015. Foto oleh Gatta Dewabrata/Rappler

JAKARTA, Indonesia — Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah menerima 8 nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan oleh Panitia Seleksi, Selasa, 1 September.

“Dari tahapan-tahapan seleksi, pendaftaran, makalah, profile assessment, wawancara, tes kesehatan, telah diserahkan pada saya delapan calon,” kata Jokowi kepada wartawan.

“Yang ini sudah diseleksi berdasarkan intergitas, kompetensi, leadership, independensi, dan juga pengalaman yang berkaitan.”

Kedelapan nama tersebut dibagi menjadi 4 kategori kompetensi, yaitu:

  1. Pencegahan
  2. Penindakan
  3. Manajemen
  4. Supervisi dan monitoring

Berikut adalah 8 calon pimpinan (capim) KPK:

Bidang Pencegahan

  1. Staf ahli Kepala Badan Intelijen Negara Saut Situmorang
  2. Pengacara publik Surya Tjandra


Bidang Penindakan

  1. Hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Alexander Marwata 
  2. Widyaiswara Madya Sespimti Polri Brigjen (Pol) Basaria Panjaitan


Bidang Manajemen

  1. Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan Agus Rahardjo 
  2. Direktur pada Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja Sama Antar-Komisi dan Instansi KPK Sujanarko 

Bidang Supervisi dan Monitoring

  1. Pelaksana tugas pimpinan KPK Johan Budi 
  2. Akademisi Universitas Hasanuddin Laode Muhammad Syarif

Sebelumnya, Pansel KPK telah melakukan tahap wawancara akhir terhadap 19 kandidat pada 24-26 Agustus 2015.

Presiden Jokowi diharapkan akan mengirim surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi III untuk melaksanakan tes kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 8 capim. 

DPR kemudian akan memilih 5 orang untuk menggantikan pimpinan KPK yang masa jabatannya akan berakhir Desember ini. —Rappler.com

BACA JUGA: