Kualitas udara Pekanbaru ‘berbahaya’, siswa tetap harus bersekolah

Rappler.com
Kualitas udara Pekanbaru ‘berbahaya’, siswa tetap harus bersekolah
Dinas pendidikan setempat mengharuskan masuk sekolah, tapi pemerintah provinsi Riau menganjurkan untuk libur

JAKARTA, Indonesia — Usai sempat menjadi “sehat” pasca turunnya hujan tadi malam, pagi hingga siang ini, Selasa, 15 September 2015, kualitas udara di Pekanbaru, Riau dilaporkan kembali ke level “berbahaya”, berdasarkan pengukuran Pollutant Standard Index (PSI). 

Namun demikian, dalam situasi seperti ini, dinas pendidikan setempat tetap meminta murid-murid untuk kembali bersekolah hari ini.

Seorang warga Pekanbaru yang juga merupakan jurnalis, Deni Risman, mengaku menerima pesan singkat yang menginformasikan kebijakan tersebut pihak sekolah.

 Level kesehatan udara di Pekanbaru per Selasa pagi, 15 September 2015.

 




 

Menurut Deni, permintaan dinas pendidikan untuk kembali masuk sekolah tak konsisten dengan kebijakan pemerintah provinsi Riau yang meminta seluruh aktivitas belajar mengajar diliburkan karena pencemaran udara akibat kabut asap yang kian memburuk.

Begitu buruknya, hingga baru-baru ini pemerintah telah menetapkan status darurat di Riau. 

“Di sini kualitas udara sudah ‘berbahaya’, anak-anak diminta bersekolah. Sementara di Malaysia masih berstatus ‘tidak sehat’ dan ‘sangat tidak sehat’, pemerintahnya sudah menutup sekolah,” kata Deni.

“Kasihan anak-anak di Pekanbaru.”

Sebelumnya pemerintah Malaysia menginstruksikan untuk meliburkan sekolah di Kuala Lumpur dan sekitarnya akibat kabut asap yang mengganggu pernapasan warganya.— Rappler.com

Baca juga:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.