FOTO: Beda gaya perangi kabut asap

Rappler.com
FOTO: Beda gaya perangi kabut asap
Warga Malaysia demonstrasi di depan Kedutaan Indonesia, siswa Malaysia mengungsi dari Indonesia, anak SD Indonesia buat larutan garam pancing hujan, orang dewasa doa bersama, tentara dan warga Indonesia berjuang padamkan api

JAKARTA, Indonesia — Kabut asap yang melanda berminggu-minggu di Kalimantan dan Sumatera tak hanya meresahkan pemerintah, namun juga warga Indonesia dan warga negara tetangga.

Apa saja yang mereka lakukan untuk mengatasinya?

Demonstrasi

Anak-anak warga Malaysia yang bersekolah di Riau diungsikan

EVAKUASI. Sebanyak 179 murid asal Malaysia berbaris ketika meninggalkan kantor konsulat Malaysia saat evakuasi di Pekanbaru, Riau, 18 September 2015. Foto oleh Rony Muharrman/EPA

Mengupayakan hujan

HUJAN BUATAN. Siswa sekolah di Palembang ini menuang garam dalam ember berisi air untuk kemudian diuapkan, 17 September 2015. Tujuannya adalah menciptakan awan hujan. Foto oleh Adi Weda/EPA

MINTA HUJAN. Warga bersembahyang meminta hujan turun di Palembang, Sumatera Utara, 15 September. Foto oleh Adi Weda/EPA

Warga dan petugas bekerja sama padamkan api

MEMADAMKAN API. Warga berusaha memadamkan api di lahan gambut di Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 18 September. Foto oleh Adi Weda/EPA

PEMADAM. Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di lahan gambut di Reding, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, 14 September. Foto oleh Adi Weda/EPA

WATERBOMBING. Helikopter menjatuhkan air untuk memadamkan api di hutan di Gunung Dempo, Pagar Alam, Sumatera Selatan, 18 September. Foto oleh Adi Weda/EPA

 

Anak-anak inipun tetap bisa sekolah di tengah kabut melanda

SEKOLAH. Di tengah kabut asap melanda, murid sekolah menyeberangi sungai Ogan dengan perahu kayu untuk menuju sekolah mereka di Palembang, 16 September. Foto oleh Adi Weda/EPA

 

— Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.