LIVE BLOG: Indonesia +SocialGood: The Social Good Summit di Jakarta | #2030saya #2030now

Rappler.com
LIVE BLOG: Indonesia +SocialGood: The Social Good Summit di Jakarta | #2030saya #2030now
Indonesia +SocialGood: The Social Good Summit di Jakarta

Acara ditutup dengan foto bersama pengisi acara, panitia dan peserta. Untuk kamu yang tertinggal serunya Social Good Summit Jakarta hari ini, siaran ulangnya bisa kamu tonton di sini.

Penutup dari UN Resident Coordinator, Technology for Sustainable Development Goals Douglas Broderick

“Setiap dari Anda, setiap individu silakan memilih peran untuk mewujudkan 17 sasaran global ini” 

Presentasi CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim

Menurut Nadiem, Go-Jek bukan hanya akan menjadi sebuah bisnis ke depannya melainkan juga pemimpin dalam proses revolusi teknologi di Indonesia.

“Aspirasi kita ke depannya, Indonesia bisa melompati Amerika Serikat, Eropa dan India,” kata Nadiem.

Sebagai kontribusi nyata Go-Jek, mereka siap untuk terus berinovasi. 

“Ke depannya kita akan terus berinovasi, salah satunya kita rata-rata akan mengembangkan satu produk baru setiap bulannya,” kata Nadiem lagi. 

Terkait anggapan bahwa kehadiran Go-Jek mengancam ceruk pasar penyedia jasa transportasi umum, Nadiem menyebut bahwa hal tersebut salah total.

“Itu salah total. Kita justru ingin membantu mereka. Kita akan selalu menjadi perusahaan platform. Kita nggak akan punya armada sendiri,” ujarnya.

Untuk yang ingin membuat perusahaan sendiri, ini beberapa saran dari Nadiem yang telah ia terapkan di Go-Jek: 

1. Kita membalik berbagai filsafat yang ada di perusahaan dan institusi lain. Misalnya bahwa semakin besar sebuah perusahaan akan semakin sulit dikontrol. Itu salah, artinya kita berasumsi bahwa manusia itu bodoh sehingga tidak bisa mengatur dirinya sendiri.

2. Decision making tidak diambil hanya di atas, di semua level keputusan bisa diambil. Seseorang tidak akan disalahkan karena mengambil keputusan.

3. Prinsip dasar: Be fearless, customes obsession, zero ego, data driven, inspire others. 

Diskusi Panel: Media sosial dan teknologi

  • Rama Raditya (CEO Terralogiq, pencipta aplikasi Qlue yang merupakan bagian dari Jakarta Smart City program)
  • Alanda Kariza (Pendiri Indonesia Youth Conference)
  • Derta Isyajora dan Dzimar Akbarur Rokhim (Pemenang kompetisi United Nations Big Ideas)

Dalam diskusi ini, para pembicara yang semuanya merupakan anak muda berbicara tentang bagaimana mereka memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk melahirkan karya yang memiliki dampak sosial positif. 

Rama Raditya bercerita tentang Qlue, sebuah aplikasi yang berfungsi sebagai media bagi warga untuk menyampaikan berbagai keluhan mereka ke Pemerintah DKI Jakarta. Pengembangan aplikasi Qlue ini memang dilakukan bekerjasama dengan pihak pemerintah ibu kota.

Keluhan-keluhan itu juga tak sekadar ditampung.

“Kita menerima ribuan laporan dan banyak yang sudah ditindaklanjuti. Pengguna aplikasi juga bisa melihat foto before and after,” kata Rama,

Selanjutnya Alanda Kariza berbagi tentang konferensi dan komunitas anak muda yang ikut didirikannya, Indonesian Youth Conference (IYC).

IYC sejak awal pendiriannya menurut Alanda telah menggunakan media sosial sebagai platform untuk mempromosikan diri dan menyuarakan idenya. Hasilnya luar biasa, 2.500 pemuda menjadi peserta dalam penyelenggaraan IYC yang berlangsung setiap tahun. 

Meski berawal di platform daring, gagasan dan program yang diinisiasi IYC termasuk melalui konferensi tahunannya juga telah terkonversi menjadi berbagai aksi nyata. Salah satunya yang terkini: petamuda.org, sebuah platform untuk berbagi data dan informasi tentang keberaradaan komunitas dan organisasi anak muda di berbagai penjuru tanah air.

Kemudian ada kisah tim Derta Isyajora dan Dzimar Akbarur Rokhim, penggagas ide @JalananYogya, sebuah aplikasi untuk melaporkan adanya jalanan yang rusak di kota Yogyakarta.  Meski baru berupa ide, Jalanan Yogya ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan, Salah satu buktinya adalah kemenangan ide ini di kompetisi “United Nations Big Ideas”. 

Darimana Derta dan kawan-kawan mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan Jalanan Yogya? 

“Jalan itu penting, tapi kenyataannya jumlah jalan di Indonesia itu 12% mengalami kerusakan. Jalan rusak itu berbahaya, 28% penyebab kecelakaan adalah jalan yang rusak,” kata Derta

Sambutan CEO Rappler Maria Ressa: 

1. Jejaring sosial yang diciptakan oleh media sosial memiliki potensi yang luar biasa. Kita harus memanfaatkannya. 

2. Ada banyak contoh di berbagai belahan dunia, di Mesir hingga di Indonesia, di kasus Mary Jane misalnya. 

3. Tidak pernah ada generasi dengan kekuatan yang dimiliki generasi hari ini. Kekuatan itu harus digunakan dengan baik dan bijaksana.

4. Tahukah kamu apa emosi yang paling cepat di internet? Kemarahan. Sedangkan yang kedua adalah inspirasi. Mari berhenti marah, karena kita sudah mengetahui apa yang salah. Mari berkontribusi untuk melakukan sesuatu, dan menginspirasi yang lain untuk juga melakukannya. 

5. Tentang membangun komunitas: Dunia baru ini adalah tentang kepercayaan dan kredibilitas. Di media sosial, kontrol menjadi lebih longgar, karena itu membangun komunitas di sana modal dasrnya adalah kepercayaan dan kredibilitas. Untuk membangun komunitas, komunitas itu harus percaya pada Anda.

Sambutan UNDP Indonesia Country Director Christophe Bauet: 

“2030saya dan #2030NOW’SDG, perwujudan sasaran global 2030 ini bukan sebuah mimpi, ini semua bisa menjadi kenyataan. Masa depan ada di tangan Anda!” 

Sambutan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan: 

1. Memang ada masalah dengan persepsi terhadap depresiasi rupiah, tapi dibandingkan dengan negara-negara lain termasuk di ASEAN kita relatif lebih baik.

2. Indonesia sedang bergeser menuju perekonomian berbasis manufaktur. Kita tidak lagi mengekspor bahan mentah melainkan produk-produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Tentu perlu waktu hingga dampaknya terasa.

3. Dana untuk melakukannya darimana? Salah satunya dari keberanian untuk memotong subsidi. 

4. Prinsip utama dalam pembangunan yang kita lakukan: Pertumbuhan dan pemerataan karena tanpa pemerataan akan muncul instabilitas.

5. Ke depan, Anda anak muda akan mengambil peran penting, apalagi dengan adanya bonus demografi. Tapi ada tantangan yang menanti Anda yaitu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Anak muda harus membekali diri dengan pendidikan yang berkualitas.

6. Anak muda juga harus waspada terhadap ancaman narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba), karena ini sangat berbahaya. 

Rappler Indonesia dan UNDP menyelenggarakan  Indonesia +SocialGood: The Social Good Summit di Jakarta.

Tujuan Social Good Summit di Jakarta ini sederhana. Kami ingin memotivasi pembaca Rappler (maupun yang belum membaca Rappler) untuk aktif menjadi bagian dalam usaha mencapai 17 Tujuan Global. Kami mengumpulkan sejumlah tokoh yang mewakili pemerintah, praktisi teknologi, hingga tokoh muda.

Mereka akan berbagi pandangan dan pengalaman tentang #2030NOW dengan undangan yang hadir di tempat. Bagi kalian yang berhalangan hadir, tetap bisa mengikuti Social Good Summit 2015 Jakarta melalui media sosial.

Dan kontribusi kamu sudah bisa dimulai sekarang, dengan berbagi aspirasi kamu tentang apa yang inginkan terwujud pada 2030, melalui #2030NOW dan #2030saya di Twitter, Instagram, dan apa pun media sosial kegemaranmu. – Rappler.com

Baca juga: 

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.