INSW, jurus pemerintah tingkatkan daya saing produk dalam negeri

Haryo Wisanggeni
INSW, jurus pemerintah tingkatkan daya saing produk dalam negeri
Tingginya biaya logistik selama ini membuat proses produksi tak efisien sehingga berdampak negatif terhadap daya saing produk Indonesia di pasar global

JAKARTA, Indonesia — Pemerintah baru saja meluncurkan portal Indonesia National Single Window (INSW) sebagai bagian dari upaya untuk menekan biaya logistik nasional yang selama ini relatif tinggi. Keberadaan INSW diharapkan dapat meningkatkan kecepatan proses administrasi dan pergerakan fisik barang, dua faktor penting pembentuk biaya logistik. 

Seperti ditulis oleh situs resmi INSW, tingginya biaya logistik selama ini membuat proses produksi tak efisien sehingga berdampak negatif terhadap daya saing produk Indonesia di pasar global. 

Sebenarnya seberapa tinggi biaya logistik kita?

Biaya logistik di Indonesia sendiri mencapai 24% dari Produk Domestik Brutonya, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-56 dalam survei Logistic Performance Index (LPI) tahun 2014 yang dilakukan oleh Bank Dunia. Capaian ini lebih rendah dari sejumlah negara ASEAN lain seperti Vietnam yang ada di peringkat 51 lalu Thailand (38), Malaysia (28) dan Singapura (8). 

Untuk memahami lebih dalam tentang survei LPI Bank Dunia yang mengukur performa proses logistik di sebuah negara ini, kamu bisa menonton video berikut: 

Rappler.com

Baca: 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.