Polisi periksa dua saksi potensial kasus pembunuhan anak di Kalideres

Felicia Santoso
"Sebab, pada saat penyisiran dengan anjing pelacak, kemarin, anjing ini terus berputar-putar di sekitar rumahnya"

 

JAKARTA, Indonesia — Polisi memeriksa dua saksi potensial yang masih digali keterangannya terkait dengan terbunuhnya anak perempuan berusia 9 tahun dengan inisial F di Kalideres, Jakarta Barat.  

“Sekarang dua orang sudah dilakukan pemeriksaan, sebagai potential witness, bukan potential suspect.  Mereka ini masih kami dalami keterangannya,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Mukti, Senin, 5 Oktober. 

Salah seorang saksi diketahui kerap bergaul dengan anak kecil. Dia tinggal di sekitar lokasi hilangnya korban. 

“Ada satu orang, mantan residivis yang tinggal di bedeng-bedeng. Di situ ada kardus-kardus yang mirip (dengan kardus mayat korban), dan mainnya sama anak kecil. Ini masih kami periksa,” kata Krishna.

Meski pria tersebut berpotensi sebagai tersangka, polisi mengatakan masih mencari fakta dan bukti yang kuat. 

“Ini kan belum tentu pelaku. Membongkar kasus ini harus hati-hati, tetapi kami tidak mengabaikan temuan-temuan ini,” lanjutnya.

Selain pria ini, polisi juga memeriksa saksi potensial berinisial A yang tinggal di rumah petak yang berlokasi di dekat tempat penemuan korban di Kalideres.

“Saksi ini kami amankan untuk digali informasinya. Sebab, pada saat penyisiran dengan anjing pelacak, kemarin, anjing ini terus berputar-putar di sekitar rumahnya,” kata dia.

F menghilang sejak Jumat, 2 Oktober, pagi. Keesokan harinya dia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dalam sebuah kardus. Polisi mengatakan F diperkosa sebelum dibunuh. 

Tes DNA

Untuk memastikan keterlibatan kedua saksi ini, tim kepolisian akan melakukan tes DNA terhadap keduanya, dengan mencocokkan DNA mereka dengan sperma yang ditemukan pada tubuh korban. 

“Kami berkoordinasi dengan kedokteran forensik, dengan DVI dan akan melakukan pemeriksaan DNA terhadap beberapa pihak, siapa pun. Kami akan bandingkan dengan DNA di tubuh korban dengan terduga pelaku. Ini bagian dari scientific investigation,” kata Krishna.

Tim kepolisian telah berulang kali melakukan penyisiran dan olah TKP di tempat mayat korban ditemukan, di Jl Sahabat, Kalideres. Polisi menemukan barang-barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa pembunuhan korban.

“Di sekitar TKP korban ditemukan, kami menemukan lakban dan potongan rambut seukuran 10 cm. Kami belum bisa memastikan apakah barang ini berkaitan atau tidak, tetapi kami tidak bisa mengabaikan temuan ini. Jika ini berkaitan, akan kami perdalam lagi, tetapi jika tidak, berarti kita abaikan,” katanya.

“Fokus sekarang ke TKP hilangnya korban. Kami berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk memeriksa beberapa orang yang mempunyai potensi untuk dijadikan saksi, belum tersangka.”

“Kami akan mendata di sekitar lokasi hilangnya korban, siapa saja yang tinggal sendiri dan punya alibi tidak cukup akurat dan kemudian dari sana kami akan melakukan pemeriksaan,” kata Krishna.

Polisi akan mengawasi orang-orang yang berpotensi ini. “Apabila dari potential witness tadi di kediamannya ada yang menghilang, kami akan tingkatkan lagi kewaspadaan menjadi potential suspect,” tuturnya.

Terekam CCTV

Selain telah memiliki saksi yang potensial, polisi juga telah memiliki petunjuk tentang pelaku berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi hilangnya korban. Dari rekaman CCTV ini, polisi mendapatkan ciri yang sangat minim karena rekaman tidak cukup jelas.

“Tadi malam kami bongkar CCTV. Ini bukan alat bukti, tapi sifatnya sebagai petunjuk dalam penyelidikan. CCTV itu harus kami teliti, tidak bisa quick scanning. Kami harus amati dan analisa CCTV ini dengan hati-hati,” kata Krishna.

Dari rekaman CCTV ini, polisi akan melakukan observasi terhadap orang dengan ciri-ciri seperti tergambar dalam CCTV tersebut. “Ini sedang didalami, tim sedang bekerja. Intinya kami kerja keras, kami evaluasi terus.” — Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.