The Fed mungkin naikkan suku bunga, rupiah melemah

Rappler.com
The Fed mungkin naikkan suku bunga, rupiah melemah
Meski demikian, tekanan terhadap rupiah masih tertahan oleh sentimen internal yang relatif positif

JAKARTA, Indonesia — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Senin pagi, 12 Oktober, bergerak melemah sebesar 71 poin menjadi Rp 13.483 dibandingkan posisi sebelumnya, yakni Rp 13.412 per dolar AS.  

Menurut analis, hal ini salah satunya dipicu oleh pernyataan Vice Chairman Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed Stanley Fischer bahwa masih terbuka kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga The Fed bisa terjadi dalam tahun ini.

“Pernyataan Wakil Ketua Bank Sentral AS Stanley Fischer yang masih melihat adanya peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini menjadi salah satu sentimen yang mendorong dolar AS kembali bergerak menguat,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, Senin. 

Sebelumnya melalui keputusan yang diambil dalam pertemuan Komisi Pasar Terbuka Federal (FOMC) The Fed pada 16-17 September 2015, mereka memutuskan untuk mempertahan tingkat suku bunganya di level 0% sampai 0,25%, terendah sepanjang sejarah. 

Meski demikian, tekanan terhadap rupiah masih tertahan oleh sentimen internal yang relatif positif. Rupiah juga diprediksi berpeluang untuk kembali menguat.

Sentimen dolar Amerika Serikat masih melemah di pasar global, situasi itu membuat nilai tukar rupiah kembali berpeluang menguat terhadap dolar, apalagi sentimen internal masih terbilang positif,” kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta, Senin. —Dengan laporan Antara/Rappler.com

BACA JUGA: 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.