Status udara Pekanbaru kembali berbahaya, murid SD tetap wajib sekolah

Denni Risman
Status udara Pekanbaru kembali berbahaya, murid SD tetap wajib sekolah

EPA

Status udara di Pekanbaru, Riau, mencapai level bahaya. Tapi murid SD tetap sekolah meski dipulangkan lebih awal. SMP dan SMA tetap masuk seperti biasa

PEKANBARU, Indonesia — Kabut asap pekat kembali menyungkup Kota Pekanbaru, Riau, Senin pagi, 19 Oktober.

Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) yang dikeluarkan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukan angka diatas ambang batas 540 psi, dengan status berbahaya. Namun, proses belajar mengajar (PBM) di sejumlah sekolah tetap berlangsung.

Minggu malam, 18 Oktober, melalui statusnya di Facebook, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Zulfadil mengumumkan kegiatan belajar mengajar di Pekanbaru tetap berlangsung dengan sejumlah catatan.

“Mencermati kondisi udara, Minggu, 18 Oktober 2015 pukul 15:00, Kadisdik memutuskan PBM pada hari Senin dan Selasa, 19-20 Oktober 2015, anak PAUD libur, anak SD belajar sampai jam 10:00.  Wajib pakai masker. SMP, SMA, SMK, belajar seperti biasa,” kata Zulfadil dalam statusnya.

Ketika Zulfadil membuat pengumuman, polutan udara di Pekanbaru sudah masuk dalam status berbahaya, yakni 395,66 psi.

Pengumuman tersebut diumumkan dengan harapan bahwa pada Senin pagi udara akan membaik. Namun nyatanya, kondisi di Pekanbaru tambah memburuk. 

Pada pukul 07:00 Senin pagi, saat anak-anak mulai masuk sekolah, ISPU di Pekanbaru malah tambah buruk, naik mencapai 540psi. 

Senin pagi, sekitar pukul 6:30 WIB, Zulfadil meralat pernyataannya dan menganjurkan kepala sekolah SD untuk memulangkan siswa-siswi.  

“Mencermati kondisi udara pagi ini, Senin, 19 Oktober 2015, pukul 06:30, Kadisdik Pekanbaru memberikan kewenangan kepada Kepsek untuk menghentikan PBM hari ini dan memastikan anak-anak langsung pulang setelah dibekali dengan tugas-tugas dan PR untuk beberapa hari ke depan,” tulis Zulfadil dalam status Facebook-nya.

Namun, menurut Kepala SD Negeri 99 Armen sekolahnya tetap berlangsung sesuai instruksi Kadisdik pulang pukul 10.00.

Bahkan Armen mengakui belum tahu ada pengumuman baru dari Zulfadil untuk memulangkan lebih awal karena status meningkat. Terlebih, alasan lain, jika anak-anak kembali diliburkan, saat ini mereka sedang menjalani ujian tengah semester.

Dari pantauan di lapangan, anak-anak SD tetap berangkat ke sekolah. Banyak di antara mereka tidak memakai masker di sekolah, seperti yang terlihat di SD An Namiroh di Jalan Marsan, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Salah seorang orangtua murid SD An Namiroh, Dian Citra, mengaku terpaksa mengantar anaknya Danish, murid kelas 3 SD, ke sekolah dalam kondisi kabut asap pekat. 

“Sekarang di sekolah mulai hari ini ujian praktek mid-semester. Mau libur, nanti hasil rapornya jeblok,” ungkap Dian.

Ketika kondisi berbahaya kemarin, Dian mengaku dua anaknya sempat terkena gejala Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). “Saat itu, saya dan keluarga sempat mengungsi ke kampung di Sumatera Barat,” ujarnya.

Sementara itu orangtua murid lainnya, Novrizon, mengaku bingung juga dengan situasi saat ini. “Anak saya sekolah di SD Al Azhar. Kata pihak sekolah, belajar tetap seperti biasa, pulang pukul 16:00 WIB,” kata Novrizon.

Ia mengaku tidak bisa menyuruh anaknya libur demi kesehatan. Alasannya hampir sama dengan Dian Citra, saat ini sekolah sedang mempersiapkan ujian tengah semester. —Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.