Rencana evakuasi untuk korban kabut asap, kapal perang disiapkan

Rappler.com
Rencana evakuasi untuk korban kabut asap, kapal perang disiapkan
Kapal-kapal perang sudah siap diberangkatkan


JAKARTA, Indonesia-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan menyiapkan dua mekanisme evakuasi untuk warga yang terkena dampak kabut asap di beberapa provinsi di Indonesia.

  1. Warga tetap tinggal di rumah yang diberi penjernih udara dan air.
  2. Jika tidak efektif, warga dipindahkan ke kota lain.

“Misalnya, warga yang terkena dampak di Palangkaraya, Kalimantan Tengah akan dipindahkan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” kata Luhut.

Ia menyatakan kapal TNI juga sudah disiapkan untuk membantu menangani dan mengevakuasi korban kabut asap tersebut.

“Tiga disiapkan di Kalimantan dan tiga lagi di Sumatera serta ada satu kapal rumah sakit kalau nanti dibutuhkan,” kata Luhut.

Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, KRI Banda Aceh dan KRI Teluk Jakarta sudah berangkat ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.


TNI AL juga menyiapkan kapal tambahan berjenis “landing ship tank” (LST) sebagai tempat menangani dan mengevakuasi warga yang menderita ISPA apabila dua kapal perang yang telah diberangkatkan belum cukup untuk menangani warga tersebut.

“LPD punya empat dan bisa kami pakai semua tetapi sesuai dengan perkembangan di lapangan kalau kurang kami masih punya kapal jenis LST yang juga biasa kami gunakan,” kata Ade.

Menurut Ade, pada dasarnya proses penangangan warga yang menderita ISPA hampir sama dengan kasus-kasus evakuasi yang biasa terjadi selama ini. “Biasanya yang sakit itu ditangani oleh para dokter, setelah dia sudah dalam penanganan dan sudah ada tanda-tanda sembuh kami kembalikan ke darat dan kita isi lagi dengan warga yang terkena ISPA,” katanya.

Ia mengatakan bahwa nantinya para warga secara bergantian akan mendapat perawatan di dalam kapal.

“Kapisitas warga yang akan dirawat di dalam kapal sekitar 1.000 warga masih bisa masuk,” kata KSAL.

Panglima Armada Wilayah RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Ahmad Taufiq R siap mengerahkan kapal-kapalnya guna membantu evakuasi para korban darurat asap yang saat ini tengah terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Jumlah kapalnya 51 unit.

“Bila ada perintah dari Panglima TNI, sekarang perintah besok sudah siap,” kata Taufiq di Markas Komando Armabar, Jakarta Pusat, Jumat.

Taufiq menjelaskan, kapal-kapal dalam wilayah tugasnya mampu menampung antara 150 sampai 200 orang. Namun, jika untuk pelayaran jarak dekat yang bisa ditempuh dalam 1 hari, jumlah tampungan bisa lebih dari 3 kali lipat dari kapasitas normal.

“Bisa mengangkut sampai 600-1.000 orang kalau hanya untuk evakuasi ke daerah aman, dan pelayaran dekat,” kata dia

Saat ini Taufiq belum mendapatkan perintah, maka belum diketahui titik-titik aman mana saja yang menjadi tujuan evakuasi. “Saya punya kapal ada 51 unit. Itu siap semua. Tapi berapa nanti yang akan digerakkan, tergantung permintaan dari komando di atas. Kalau sekarang belum ada perintah,” ucap Taufiq.

Sebelumnya, TNI Angkatan Laut telah menyiapkan dua kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) yakni kapal rumah sakit KRI dr Suharso-990 dan KRI Banda Aceh-593 untuk dijadikan tempat evakuasi korban asap terutama anak-anak dan balita di wilayah provinsi Sumatera dan Kalimantan yang selama ini masih terjadi bencana korban asap.

“Kami akan menyediakan kapal ini sebagai tempat tinggal sementara, khususnya anak-anak dan balita, setidaknya sampai kondisi udara membaik,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI M. Zainudin Evakuasi dengan kapal perang itu dilakukan, kata dia, apabila indeks standar pencemaran udara (ISPU) di daerah terdampak kabut asap sudah mengkhawatirkan sehingga upaya lain tak dapat ditempuh. – Rappler.com dengan laporan dari Antara

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.