Jokowi: Indonesia berniat gabung Kemitraan Trans-Pasifik

Rappler.com
Jokowi: Indonesia berniat gabung Kemitraan Trans-Pasifik
Menurut analis ini merupakan keputusan yang tepat. Jika tak bergabung, Indonesia terancam oleh 'trade diversion'

JAKARTA, Indonesia —  (UPDATE) Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyatakan bahwa Indonesia berniat untuk ikut serta dalam kesepakatan kerjasama perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik, atau Trans-Pacific Partnership (TPP).

“Indonesia adalah negara dengan perekonomian terbuka dan dengan populasi 250 juta, kami adalah negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Indonesia berniat bergabung dengan TPP.” 

Pernyataan Jokowi ini disampaikan usai bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin, 26 Oktober, waktu setempat. Pertemuan ini merupakan bagian dari lawatan resmi Jokowi ke AS.

Menurut ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal, ini merupakan langkah yang tepat.

“Ke depan, saya melihatnya memang harus join. Ini agar Indonesia tidak terkena trade diversion. Apalagi di TPP ini ada negara-negara ASEAN,” kata Fithra kepada Rappler, Selasa 27 Oktober. 

Trade diversion dalam konteks perdagangan internasional mengandung arti terjadinya pergeseran aktivitas impor suatu negara dari satu negara ekportir ke negara ekspotir lain yang mampu menawarkan harga yang lebih kompetitif.

Fithra juga percaya bahwa bergabungnya Indonesia dengan TPP dapat membawa dampak yang positif.

‘Kalau kita lihat, beberapa negara yang sekarang bergabung TPP, Vietnam terutama, proyeksi kinerja perekonomiannya ke depan sangat positif. Ini salah satunya karena bergabungnya mereka ke TPP,” ujarnya.

“Memang ada kelemahannya, karena TPP ini kan sudah disepakati. Kita belum tentu bisa negosiasi lagi dan harus menyesuaikan. Tapi saya tetap optimistis. Vietnam saja berani masa kita nggak?” ujar Fithra lagi. 

Sekilas TPP

Setelah delapan tahun dan 19 kali proses negosiasi, kesepakatan kerjasama perdagangan TPP, akhirnya disepakati di Atlanta, negara bagian Georgia, Amerika Serikat, pada 5 Oktober lalu.

TPP akan melibatkan 12 negara. Sejauh ini, Indonesia bukan merupakan salah satunya. Negara-negara yang sudah bergabung dalam TPP Amerika Serikat dan negara-negara lain di lingkaran Pasifik: Australia, Brunei Darussalam, Chile, Jepang, Kanada, Malaysia, Meksiko, Peru, Selandia Baru, Singapura, dan Vietnam.

12 negara ini merepresentasikan sekitar 40% Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. — dengan laporan AFP/Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.