Indonesia

KTT APEC, ajang diskusi lanjutan Indonesia-Amerika Serikat tentang TPP

Haryo Wisanggeni
KTT APEC, ajang diskusi lanjutan Indonesia-Amerika Serikat tentang TPP
Pengamat: Indonesia tak bisa menghindar dari TPP, ini hanya masalah waktu

JAKARTA, Indonesia — Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) 2015 yang akan berlangsung di Filipina menjadi forum resmi pertama yang mempertemukan kepala negara Indonesia dan Amerika Serikat pasca pernyataan Presiden Joko “Jokowi” Widodo kepada Presiden Barack Obama tentang niat Indonesia untuk bergabung dengan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP).

Sementara itu, Obama siap untuk membawa ide TPP ke KTT APEC pertama di Filipina setelah hampir dua dekade ini, seperti dilansir oleh The New York Times

Bagaimana Indonesia harus menyikapi situasi ini?  

“Indonesia tidak bisa menghindar dari TPP, ini hanya persoalan waktu kapan akan bergabung. Apakah sekarang atau nanti. Ini karena kita telah memasuki era globalisasi, the world is flat,” kata ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dzulfian Syafrian kepada Rappler, Jumat, 13 November.

TPP sebagai peluang bukan ancaman

Menurut Dzulfian, TPP seharusnya dipandang sebagai peluang, bukan ancaman. Pasalnya hambatan bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar internasional akan berkurang, terutama di negara-negara peserta TPP.

“Ini (TPP) jangan dilihat sebagai ancaman, tapi peluang,” katanya.

Dzulfian juga percaya bahwa pelaku usaha dalam negeri siap untuk meningkatkan daya saingnya dan mengambil peluang yang terbuka dari bergabungnya Indonesia dengan TPP.

Hambatan dalam proses ini menurutnya adalah kebijakan pemerintah yang belum mendukung.

“Pelaku usaha kita siap, bottleneck-nya ada di kebijakan, mulai regulasi yang masih ribet, penyuapan masih banyak, itu semua adanya di pemerintah,” ujar Dzulfian. — Rappler.com

BACA JUGA: 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.