Kesepakatan Paris tentang #ClimateChange #COP21

Rappler.com
Kesepakatan Paris tentang #ClimateChange #COP21
Indonesia sebelumnya berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon 29 persen, demi mencapai tujuan bersama, yakni menghentikan suhu pemanasan bumi agar tidak melebihi 2 derajat Celsius.

JAKARTA, Indonesia—Presiden Konferensi Perubahan Iklim atau Conference of Parties (COP) 21, yang juga Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, menyampaikan draf final kesepakatan, Sabtu, 12 Desember. 

Bagaimana hasil teks akhirnya? 

“Kesepakatan Paris akan membatasi perubahan iklim hingga 1,5 derajat Celsius, sustainable dan fair,” katanya. 

“Setiap lima tahun, negara-negara secara kolektif harus melaporkan kemajuan penurunan emisi karbon.” 

“Kesepakatan Paris juga mencakup 100 miliar USD pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim untuk negara berkembang dan miskin.” 

Jadi pilihan ambang suhu di Kesepakatan COP 21 adalah di bawah 2 persen menjadi 1,5 persen. Indonesia sebelumnya berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon 29 persen, demi mencapai tujuan bersama, yakni menghentikan suhu pemanasan bumi agar tidak melebihi 2 derajat Celsius.

Konferensi Perubahan Iklim atau COP 21 diselenggarakan di Paris, Perancis sejak 30 November. Indonesia yang diwakili langsung oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo di acara tingkat dunia tersebut. 

Kesepakatan Paris ini akan menggantikan Kyoto protocol dan negara-negara yang hadir harus meratifikasinya. “Teks final COP 21 menurut saya fair, balance, dan legally binding,” kata Laurent. 

Selanjutnya Laurent meminta semua delegasi meneken Kesepakatan Paris. 

Tentang kesepakatan ini, Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa Ban Ki Moon mengatakan penduduk dunia harus melindungi planet Bumi yang sudah menjamin keberlanjutan hidup mereka.

Presiden Perancis François Hollande, jika diterima maka ini akan menjadi kesepakatan perubahan iklim pertama dalam sejarah. “Kesepakatan COP 21 yang seimbang dan realistis akan jadi tindakan besar untuk kemanusiaan,” katanya. 

Rachmat Witoelar, utusan khusus Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia percaya diri untuk menuju 1.5 derajat Celsius melalui sumber energi terbarukan yang berlimpah. “Selain kebijakan energi, Indonesia akan serius merestorasi hutan dan daerah pesisir untuk turunkan emisi,” katanya. 

Laksmi Dewanthi, koordinator perundingan menambahkan, “Berdasarkan elemen-elemen yang disebutkan, tampaknya sejalan dengan posisi Indonesia, antara lain di bawah 2 derajat Celsius menuju 1,5 derajat Celsius, dengan pendanaan 100 milyar USD, setiap lima tahunan, Common but Differentiated Responsibilities & Respective Capability, dan legally binding,” katanya. 

Setelah dibacakan, kesepakatan ini dibahas bersama negara-negara terkait. Pembahasan dilakukan selama dua jam lebih. Namun akhirnya draf ini disetujui. 

Selengkapnya poin-poin kesepakatan: 

—dengan laporan dari Uni Lubis/Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.