LIVE BLOG: Uji kelayakan dan kepatutan capim KPK

Febriana Firdaus
Fit and proper test calon pimpinan KPK dimulai Senin, 14 Desember. Akan ada 10 kandidat yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) — Setelah melalui proses panjang dan berliku, Komisi III DPR RI akhirnya akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap 8 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 14 Desember, mulai pukul 10:00. 

Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) ini akan berlangsung selama tiga hari, dimulai pada Senin hingga Rabu, 16 Desember. 

Rabu, 16 Desember:

Selain kedelapan nama yang telah disaring oleh panitia seleksi (Pansel), akan ada tambahan dua peserta yang sebelumnya sudah menjalani seleksi terlebih dahulu, yakni mantan komisioner KPK Busyro Muqoddas dan pegawai negeri Sekretariat Kabinet Robby Arya Brata.

  1. Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan Agus Rahardjo
     Bagian pertama:

    Fit & Proper Capim KPK Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan Agus RahardjoLIVE BLOG http://www.rappler.com/indonesia/115908-fit-proper-test-capim-kpk

    Posted by Febriana Firdaus on Tuesday, December 15, 2015


    Bagian kedua:

    Fit & Proper Capim KPK Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan Agus Rahardjo (Bagian II)LIVE BLOG http://www.rappler.com/indonesia/115908-fit-proper-test-capim-kpk

    Posted by Febriana Firdaus on Tuesday, December 15, 2015


  2. Akademisi Universitas Hasanuddin Laode Muhammad Syarif
  3. Mantan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas 

Selasa, 15 Desember:

  1. Pengacara publik Surya Tjandra

    Fit & Proper Capim KPK Surya TjandraSELENGKAPNYA LIVE BLOG Fit & Proper Capim KPK http://www.rappler.com/indonesia/115908-fit-proper-test-capim-kpk

    Posted by Febriana Firdaus on Tuesday, December 15, 2015


    Bagian kedua:

    Fit & Proper Capim KPK Surya Tjandra (Bagian II) SELENGKAPNYA LIVE BLOG Fit & Proper Capim KPK http://www.rappler.com/indonesia/115908-fit-proper-test-capim-kpkBagian I sila klik link ini https://www.facebook.com/febrifirda/videos/10207146943459663/?theater

    Posted by Febriana Firdaus on Tuesday, December 15, 2015


  2. Pegawai negeri Sekretariat Kabinet Robby Arya Brata

    Fit & Proper Capim KPK Robby Arya Brata SELENGKAPNYA LIVE BLOG Fit & Proper Capim KPK http://www.rappler.com/indonesia/115908-fit-proper-test-capim-kpk

    Posted by Febriana Firdaus on Tuesday, December 15, 2015


  3. Widyaiswara Madya Sespimti Polri Brigjen (Pol) Basaria Panjaitan

    Bagian pertama

    Fit & Proper Capim KPK Basaria PanjaitanSELENGKAPNYA LIVE BLOG Fit & Proper Capim KPK http://www.rappler.com/indonesia/115908-fit-proper-test-capim-kpk

    Posted by Febriana Firdaus on Tuesday, December 15, 2015


    Bagian kedua:

    Fit & Proper Capim KPK Basaria Panjaitan (Bagian II) SELENGKAPNYA LIVE BLOG Fit & Proper Capim KPK http://www.rappler.com/indonesia/115908-fit-proper-test-capim-kpk

    Posted by Febriana Firdaus on Tuesday, December 15, 2015


Senin, 14 Desember:

  1. Direktur pada Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja Sama Antar-Komisi dan Instansi KPK Sujanarko
  2. Hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Alexander Marwata
  3. Pelaksana tugas pimpinan KPK Johan Budi Sapto Pribowo
  4. Staf ahli Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Saut Situmorang

Berikut laporan langsung dari Gedung DPR RI:

Hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Alexander Marwata

Alexander mengatakan, bahkan sejak KPK berdiri, Indonesia tetap terbelenggu oleh korupsi. “Menurut saya karena ada pembiaran,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa fungsi supervisi di KPK tidak berjalan maksimal. “Kelihatan sekali di dakwaan ada disparitas,” kata Alexander.

Misal, menurutnya, KPK tidak memproses perusahaan yang menerima fee Rp 500 juta, tapi kalau jaksa atau polisi menerima Rp 10 juta akan diproses. 

Ia juga menginginkan adanya penerbitan SP3 untuk kasus-kasus di KPK. “Karena ada kasus korupsi yang kerugian negaranya Rp 3,5 juta diproses, habis anggaran kita,” ujarnya.

Direktur pada Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja Sama Antar-Komisi dan Instansi KPK Sujanarko

Menurut Sujanarko, yang pertama menjadi hal krusial dari keberadaan KPK adalah independensi organisasi. Menurutnya, penerjemahan independen perlu diluruskan. Ia mengatakan, KPK tidak bisa efektif jika misal penindakannya berkolaborasi dan konsolidasi dengan lembaga lain. 

Sejak bekerja di KPK mulai 2004, Sujanarko mengakui sistem yang ada belum ideal dan supervisi belum memadai. Selain itu, pencegahan belum memadai dan penindakan masih harus diperbaiki.

Ikuti terus perkembangan dari uji kepatutan dan kelayakan capim KPK di sini. —Rappler.com

BACA JUGA: 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.