Bentrok antarnarapidana pecah di Lapas Kerobokan, polisi temukan senjata api

Rappler.com
Bentrok antarnarapidana pecah di Lapas Kerobokan, polisi temukan senjata api

ANTARA FOTO

Polisi temukan senjata tajam, senjata api, hingga narkoba

JAKARTA, Indonesia—Bentrok antarnarapidana pecah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Denpasar, Kerobokan, Kabupaten Badung, pada Kamis, 17 Desember sekitar pukul 16:00 sore WITA. Kepolisian Resor Badung, Bali, menetapkan empat orang tersangka terkait bentrokan tersebut. 

“Sudah ada empat tersangka dari napi yang kami amankan di polres,” kata Kepala Polres Badung, Ajun Komisaris Besar Tonny Binsar Marpaung, ditemui di Lapas Kerobokan di Denpasar. 

Namun Tonny tidak membeberkan identitas empat narapidana tersebut. Keempatnya kini mendekam di penjara Polres Badung. “Kami tengah dalami, kemungkinan tersangka bisa bertambah,” ujarnya.

Hingga saat ini polisi telah memeriksa 19 orang narapidana terkait peristiwa tersebut.

Tak hanya bentrok di dalam lapas, bentrokan yang diduga melibatkan organisasi kemasyarakatan itu juga terjadi di Jalan Teuku Umar Denpasar.

Polisi menemukan bahwa dua orang juga tewas di Jalan Teuku Umar, Denpasar, terkait dengan bentrokan di dalam lapas yang diduga melibatkan organisasi kemasyarakatan.

Satu peleton TNI dikerahkan

Pasca bentrok, sebanyak satu peleton personel TNI dari Komando Resort Militer 163/Wirasatya, Bali dikerahkan untuk mengamankan inspeksi mendadak (razia) di Lembaga Pemasyarakatan tersebut. 

“Pasukan TNI hanya mengamankan di luar Lapas saja, razia ke dalam dilakukan pihak kepolisian,” kata Komandan Korem 163/Wirasatya, Kolonel Infantri Nyoman Cantiasa di Lapas Kerobokan.

Ia menuturkan, TNI tetap mendukung usaha pengamanan apapun bentuknya, apalagi pascabentrokan ormas pada Kamis lalu, masyarakat diresahkan berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Bukan itu saja, katanya, TNI dan Polisi mesti saling bahu membahu mewujudkan keamanan dan ketentraman Bali.

“Kerja sama dan sinergitas mesti diutamakan apalagi Bali merupakan destinasi wisata dunia yang selalu mendapatkan sorotan semua pihak,” paparnya.

Terkait sidak, secara umum, kata dia, pihaknya hanya melakukan back up saja. “Kami serahkan segala proses hukum kepada kepolisian,” kata dia.

Polisi berpatroli di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan pasca bentrokan, Denpasar, Jumat (18/12). Situasi di lapas terbesar di Bali itu mulai kondusif namun polisi bersenjata masih melakukan penjagaan di sejumlah kawasan di Denpasar pasca bentrokan antara anggota organisasi massa (ormas) yang menewaskan 4 orang. Foto oleh Nyoman Budhiana/Antara

Polisi temukan senjata tajam, senjata api, hingga narkoba

Sementara itu, Kepolisian Resor Badung, Bali, menemukan ratusan senjata tajam dan empat pucuk senjata api di Blok C Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A, Kabupaten Badung.

“Kami temukan senjata tajam dan empat pucuk senjata api,” kata Kepala Polres Badung, Ajun Komisaris Besar Tonny Binsar yang ditemui di Lapas Kerobokan

Tak hanya itu, polisi juga menemukan 200 gram sabu-sabu di salah satu blok di dalam lapas terbesar di Bali itu.

Laporan Tribun menyebutkan, bukan hanya sabu-sabu, melainkan pohon ganja dan jenglot.

“Tadi saat sweeping kita temukan sajam berbagai jenis, juga kita temukan pohon ganja dan jenglot di salah satu blok napi,” jelas sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurut sumber ini, tentang kepemilikan ganja dan jenglot masih ditelusuri oleh petugas. “Kita masih kumpulkan dulu semua yang ditemukan. Ini masih berlangsung sweeping-nya,” ujarnya.

Laporan Antara menyebutkan, dua kilogram paket ganja kering ditemukan terpencar di sejumlah titik di dalam Lapas Kerobokan. 

“Ganja itu terpencar di beberapa tempat dikumpulkan menjadi total sekitar dua kilogram,” kata Kapolres Badung AKBP Tonny Binsar. 

Ganja itu sebagian besar ditemukan di luar kamar dan sebagian lainnya ditemukan di dalam kamar sel, salah satunya di Blok H.

Belum diketahui siapa pemilih paket ganja itu karena belum ada yang mengaku dan ditemukan sebagian besar di luar kamar sel di sejumlah titik di dalam lapas yang sudah melebihi kapasitas itu.

Total aparat gabungan menemukan lima paket sabu-sabu sekitar dua gram, satu tanaman ganja dalam pot, 129 telepon seluler, dua laptop, 50 alat hisap atau bong, 13 senjata tajam dan 12 senjata api dengan 90 peluru.

Petugas juga menemukan lima butir pil ekstasi, uang tunai Rp 5 juta dan tiga buah buku tabungan yang belum diketahui saldonya.

Temuan tersebut setelah polisi menyisir blok C lapas setempat sejak Jumat, 18 Desember malam. 

Mengenai temuan senjata api ini, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia masih mendalami ditemukannya ratusan senjata tajam dan beberapa senjata api yang dibawa narapidana di Lapas Kerobokan, Bali.

“Kami masih dalami bersama aparat kepolisian,” kata Pelaksana Harian Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktoran Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Priyadi, di Lapas Kerobokan, di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.

Priyadi mengemukakan, belum bisa berkomentar banyak terkait penemuan barang-barang yang seharusnya dilarang keras beredar di dalam lapas terbesar di Bali itu.

Ia menegaskan, segera menindaklanjuti adanya temuan tersebut, termasuk bersama polisi dan TNI menyisir kembali sejumlah blok di Lapas Kerobokan.—laporan dari Antara/Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.