4G LTE, solusi Internet ‘lemot’ di Indonesia?

Audi Eka Prasetyo
Apakah dengan adanya teknologi 4G LTE dapat menyelesaikan permasalahan Internet lemot di Indonesia?

Mengintip perkembangan 4G LTE dan permasalahan Internet lemot di Indonesia. Foto dari Tech in Asia

Terbatasnya layanan Internet kabel di Indonesia membuat pengguna Internet mau tidak mau mengandalkan layanan Internet mobile sebagai alternatif. Sebagai penggantinya, kamu bisa menggunakan smartphone dan wireless router dengan paket data.

Namun, Internet mobile tidak selalu dapat diandalkan. Ketika kamu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tidak ada jaminan 100 persen bahwa kecepatan yang kamu dapatkan di tempat baru akan lebih atau sama cepatnya.

Selain kecepatan, kamu juga harus memperhitungkan ketersediaan dan kestabilan sinyal. Sering sekali sinyal hilang tiba-tiba ketika sedang asyik buffering YouTube atau bermain game online yang benar-benar menuntut kestabilan Internet.

Di awal 2014 lalu, Bolt menyediakan layanan 4G LTE komersial di Indonesia. Bolt cukup lama bertengger di puncak pasar 4G LTE sampai XL Axiata mulai melakukan uji coba pada Oktober 2014 dan meresmikan peluncuran XL 4G LTE di bulan Desember 2014.

Telkomsel juga memutuskan untuk menawarkan layanan 4G LTE mereka secara komersial pada Desember 2014. Indosat pun tidak mau kalah dengan para pesaingnya dan ikut meresmikan layanan 4G LTE komersial mereka pada bulan yang sama. Terakhir, Smartfren juga ikut meramaikan ranah 4G ini dengan teknologi 4G LTE Advanced (4G LTE-A) pada Agustus 2015.

Apakah dengan adanya teknologi 4G LTE dapat menyelesaikan permasalahan Internet lemot di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lakukan analisa singkat. Saya mendapatkan informasi yang akan saya utarakan di bawah ini melalui survei singkat dan sederhana yang ditujukan kepada para pengguna 4G LTE di Indonesia.

Kecepatan dan stabilitas

4G LTE lebih cepat daripada generasi sebelumnya, yaitu 3G. GIF dari Tech in Asia

Memang tidak dapat dipungkiri kalau 4G LTE memang lebih cepat daripada generasi sebelumnya, yaitu 3G. Di Jakarta, kamu terbukti mampu mendapatkan kecepatan unduh hingga 10 Mbps. Dengan kecepatan seperti itu, kamu mampu menonton video resolusi 720p di YouTube tanpa menunggu buffer.

Namun, kestabilan 4G LTE ternyata tidak jauh berbeda dengan 3G. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, apabila kamu mengakses internet mobile sambil melakukan perjalanan, jangan berharap sepenuhnya kalau Internet kamu stabil.

Cakupan area

Cakupan 4G LTE di Indonesia sudah cukup merata. Foto dari Tech in Asia

Saat ini, cakupan 4G LTE di Indonesia sudah cukup merata meskipun hanya terdapat di kota-kota besar tertentu saja. Misalnya, Smartfren yang menurut saya memiliki jaringan 4G terluas di Indonesia. Mereka sudah mencakup hampir seluruh wilayah di Jawa dan beberapa kota besar di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

XL Axiata, Telkomsel, dan Indosat juga mengikuti jejak langkah Smartfren dalam mengembangkan cakupan jaringannya di dalam dan luar pulau Jawa secara bertahap. 

Kini, tinggal Bolt yang baru memiliki jaringan di Jabodetabek dan Medan untuk melakukan ekspansi ke kota-kota lainnya.

Perangkat

iPhone 5S juga sudah mendukung layanan 4G. Foto dari Tech in Asia

Untuk dapat menikmati layanan internet generasi keempat LTE ini, kamu tidak perlu merogoh kocek mahal atau sampai harus membeli smartphone baru. Berkat wireless router dari Smartfren dan Bolt, kamu cukup menebus perangkatnya mulai dengan Rp 299.000 untuk Andromax M2P dan Rp 499.000 untuk paket Bolt! Mobile Wifi Orion.

Apabila kamu ingin sekalian mengganti smartphone yang mendukung koneksi 4G, pilihan yang tersedia sudah cukup banyak. Mulai dari smartphone besutan vendor lokal yang harganya cukup terjangkau, sampai puluhan merek dan tipe smartphone internasional dengan beragam spesifikasi yang dapat kamu pilih sesuai bujet.

Harga kuota

MyRepublic juga ISP yang sedang naik daun selain Indihome. Foto dari Tech in Asia

Terakhir, adalah tentang harga yang perlu kamu bayar untuk dapat menikmati paket data 4G LTE berkuota ini. Apabila dibandingkan dengan harga yang perlu kamu bayarkan untuk Internet kabel unlimited, jelas harga Internet mobile masih kalah jauh apabila kamu hitung biaya setiap gigabitanya.

Ambil contoh Bolt dengan tarif paket Internet Super Flex yang memberikan kamu kuota 8 GB tanpa syarat dengan harga Rp 100.000. Dengan harga yang sama, kamu dapat memilih kuota 5 GB + 8 GB dengan syarat 8 GB yang ditawarkan hanya dapat kamu akses pada jam 01:00 – 08:00 pagi.

Lalu, berapa harga yang harus kamu bayarkan untuk paket Internet kabel? Di rumah, saya menggunakan Indihome 5 Mbps tidak terbatas kuota yang sudah dilengkapi dengan 99 saluran televisi lokal dan internasional dengan harga Rp 350.000 setiap bulannya.

Namun, ingat permasalahan awal kalau tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses Internet kabel. Alternatif lain untuk mendapatkan akses Internet yang cepat adalah mengandalkan teknologi 4G LTE ini, bukan?

Bagaimana menurutmu, apakah kehadiran teknologi 4G LTE beserta dengan infrastrukturnya saat ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan Internet di Indonesia yang terkenal lemot—Rappler.com

Tulisan ini sebelumnya diterbitkan di Tech in Asia.

BACA JUGA: