Bagaimana rasanya bekerja di Freeport? Karyawan PT FI buka suara

Steffi Teowira
Bagaimana rasanya bekerja di Freeport? Karyawan PT FI buka suara
'Kerjanya santai seperti PNS,' kata salah seorang karyawan Freeport

Nama perusahaan tambang PT Freeport Indonesia yang sering diberitakan oleh media massa memang memberikan reputasi tersendiri dan membentuk opini masyarakat. Tak jarang, begitu nama “Freeport” terucap, masyarakat menyimpulkan banyak hal, bukan hanya sekadar perusahaan multinasional yang beroperasi di Papua.

Namun, apakah yang dilaporkan media sama dengan apa yang dialami oleh para karyawan perusahaan asal Amerika Serikat itu? Di bawah ini adalah pengalaman para karyawan PT FI. Simak cerita mereka.

1. Reputasi ternama 

Terlepas dari citra yang melekat pada perusahaan ini, Freeport merupakan perusahaan penambangan yang cukup bergengsi dengan sejarah panjang. Menurut banyak pegawainya, reputasinya sebagai perusahaan besar merupakan daya tarik tersendiri. 

Nama Freeport yang tertera di CV juga akan membuka kesempatan untuk berkarier di berbagai perusahaan di industri tambang.

“Mempunyai referensi yang besar untuk masuk ke perusahaan lain” -clerk

“Merupakan perusahaan besar dan terkenal” -engineer

“Perusahaan tambang besar di Indonesia” -operator alat berat 

2. Kondisi kerja kurang kondusif 

Jika tidak ditempatkan di kantornya di Jakarta, pegawai PT FI di kesehariannya berada di lingkungan senyap dan terpencil. Beberapa pegawai memang menganggapnya sebagai kelebihan, namun untuk pegawai yang terbiasa dengan keramaian di kota besar, situasi kerja seperti ini mungkin menjadi tantangan tersendiri. 

Di samping itu, PT FI juga menghadapi permasalahan seputar keamanan kerja di lapangan yang masih sedang diperbaiki.

High risk environment, remote area” -graduate development program

“Keamanan kerja yang kurang sehingga banyak insiden kerja” -operations 

3. Kompensasi menarik 

Selain gaji yang selalu tepat waktu, pegawai PT FI juga menikmati benefit berupa asuransi kesehatan tidak terbatas dari banyak rumah sakit ternama. Selain itu, masih ada tambahan lain seperti akomodasi, makan, transport, dan tiket pesawat. 

Walau begitu, beberapa pegawai menyebutkan bahwa kompensasi moneter PT FI belum cukup kompetitif sehingga menyebabkan turnover karyawan yang cukup tinggi.

Full medical insurance, decent roster, competitive salary” -foreman

“Total gross gaji setahun bisa 24 kali basic (belum dipotong pajak dll.)” -foreman

Salary, benefit, dan bonus tidak bersaing dibandingkan dengan perusahaan sekaliber, menyebabkan turnover karyawan tinggi” -manager 

4. Beban kerja relatif tidak berat 

Untuk perusahaan berskala besar seperti PT FI, menurut para pegawainya, beban kerja yang dihadapi relatif ringan dan untuk mereka yang dapat beradaptasi dengan baik, bekerja di Freeport merupakan pengalaman yang cukup menyenangkan. 

Satu keluhan yang muncul berkisar di permasalahan waktu kerja yang dianggap terlalu panjang untuk beberapa divisi tertentu.

“Kerjanya santai seperti PNS” -superintendent

“Beban kerja tidak berat/jarang sekali ada deadline” -foreman

“Waktu kerja (terutama divisi-divisi produksi: UG dan Concentrating) terlalu panjang, sekitar 10-14 jam, dan tidak kondusif baik untuk staff dan non-staff” -manager

5. Fasilitas lengkap

Sebagai perusahaan multinasional, tentu lazim jika Freeport memprioritaskan penyediaan fasilitas kerja berkualitas untuk menciptakan suasana kerja yang baik dan mendapatkan hasil produksi yang bersaing. 

Untuk poin satu ini, pegawai Freeport setuju bahwa ini adalah salah satu sisi positif dari perusahaan tersebut.

“Kompensasi bagus dan fasilitas perusahaan sangat baik” -superintendent

“Fasilitas perusahaan bagus dan memadai” -staff 

—Rappler.com

Artikel ini sebelumnya diterbitkan di Qerja.com.

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.