Mengapa pemerintah tak tegas nyatakan perang melawan ISIS?

Haryo Wisanggeni
Mengapa pemerintah tak tegas nyatakan perang melawan ISIS?
Jika pemerintah tak tegas, aparat akan kebingungan jika muncul ancaman dari ISIS di Indonesia

JAKARTA, Indonesia — Pengamat militer dan pertahanan Universitas Indonesia, Connie Rahakundini, mempertanyakan sikap pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang tak tegas menyatakan perang terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Padahal, pihak kepolisian telah menemukan sejumlah indikasi keterlibatan ISIS dalam serangan teror di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis pekan lalu, 14 Januari.

“Setelah serangan (teror di kawasan Sarinah), Jokowi menyampaikan dampak dari serangan dan bahwa ketertiban telah terganggu dan meminta masyarakat jangan takut serta situation under control. Tapi tidak ada pernyataan perang dengan ISIS dan Islam radikal,” kata Connie dalam sebuah diskusi publik yang digelar Institut Soekarno Hatta di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Januari. 

ISIS sendiri juga telah mengklaim Bom Sarinah sebagai aksi mereka. (BACA: ISIS klaim jadi dalang di balik teror bom Jakarta)

Connie lalu membandingkan sikap Jokowi dengan sikap Perdana Menteri Perancis Francois Hollande pasca terjadinya serangan Paris. Hollande ketika itu langsung menyatakan bahwa Perancis akan menghancurkan ISIS. 

(BACA: Perang melawan ISIS: Hollande bersumpah akan balas dendam)

Ia juga menyoroti beredarnya sejumlah atribut berisikan pesan dukungan terhadap ISIS dalam sebuah aksi massa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. 

“Kalau kita anggap ISIS itu ancaman, mengapa hal ini bisa dibiarkan?” ujar Connie. 

Menurut Connie, tanpa adanya sikap yang tegas dan dinyatakan secara terbuka dari pemerintah terhadap ISIS, aparat di lapangan akan kebingungan dalam bertindak jika muncul ancaman dari ISIS di Tanah Air. —Rappler.com 

BACA JUGA: 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.