Jokowi: Saya mau Indonesia ada di peringkat 40 dalam kemudahan investasi

Rappler.com
Jokowi: Saya mau Indonesia ada di peringkat 40 dalam kemudahan investasi
Pemerintah Jokowi kini fokus untuk memangkas jumlah perizinan untuk meningkatkan kemudahan berinvestasi.

JAKARTA, Indonesia – Pekan ini Presiden Joko “Jokowi” Widodo tengah giat mengingatkan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas.

“Dengan infrastruktur itu efisiensi akan menjadi lebih baik karena harga barang menjadi lebih murah. Transportasi, biaya logistik akan jauh lebih murah,” kata Presiden Jokowi, saat memberikan sambutan di acara peluncuran program investasi untuk menciptakan lapangan kerja tahap III di Dusun Ketonggo, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Wonogori, Jawa Tengah, Jumat, 22 Januari.

Sehari sebelumnya, Jokowi mencangkul tanah (groundbreaking) untuk memulai pembangunan proyek Kereta Api Cepat (high-speed railway) Jakarta-Bandung di Walini, Jawa Barat. Menurut Jokowi, kereta api cepat perlu untuk meningkatkan kompetisi Jokowi mengingatkan pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan peningkatan etos kerja karena tanpa hal tersebut Indonesia pasti akan ditinggal oleh negara-negara lain.

“Akan terjadi yang namanya deindustrialisasi, orang tidak akan mau masuk industri di Indonesia. Mereka akan pilih di Vietnam, mereka akan pilih di Myanmar, mereka akan pilih di negara-negara lain, karena lebih efisien, lebih punya daya saing, skill, etos kerja dari SDM-SDM yang ada lebih baik,” tutur Jokowi.

Dia mengingatkan, Indonesia harus cepat-cepat membenahi dan memperbaiki etos kerja tersebut.

Laman setkab.go.id mengabarkan Presiden Jokowi juga mengingatkan, bahwa perbaikan etos kerja juga harus dilakukan di pemerintahan. Dia memastikan tidak ada lagi pengurusan perizinan yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

“Saya ingin urusan izin itu dalam hitungan jam,” kata Jokowi.

Ijin pakai kawasan hutan untuk Kereta Api Cepat misalnya selesai dalam tiga hari.

Menurut Presiden Jokowi, pemerintah saat ini fokus untuk memangkas jumlah perizinan untuk meningkatkan kemudahan berinvestasi (ease of doing business). Indonesia berada pada peringkat ke 109 dari 189 negara.

“Dari dulu naik turun antara 110-120, kalau tidak naik, turun dikit, turun, naik dikit. Saya tidak mau, maunya (peringkat) 40 (dalam kemudahan berinvestasi),” tegas Presiden seraya mengingatkan bahwa target yang ia tetapkan sudah melalui perhitungan yang jelas, bukan aur-auran.

Presiden memerintahkan agar dilakukan pemangkasan terhadap peraturan-peraturan yang bermasalah dan menyulitkan. Presiden mengungkapkan saat ini ada 42.000 peraturan dan 3.000 peraturan daerah.

“(Peraturan) yang menyulitkan rakyat, yang meruwetkan rakyat, yang meyebabkan kita bertele-tele, sudah langsung hapus, tidak ada alasan dikaji,” kata Presiden.

Sejak September tahun 2015, Pemerintahan Jokowi telah menerbitkan sembilan paket deregulasi ekonomi dengan titik berat antara lain kepada kemudahan perizinan.

Investasi Perusahaan Korea Selatan

Di Wonogiri, Jokowi juga menyaksikan penandatanganan dua nota kesepahaman, yaitu antara SMK Negeri 2 Wonogiri dengan Nesia Pan Pacific Clothing dan Pusdiklat Industri Kemenperin dengan Nesia Pan Pacific.

“Saya sangat menghargai langkah Nesia Pan Pasific, SMKN 2 dan Akademi Komunitas. Ini dalam rangka meningkatkan skill, produktivitas, dan etos kerja agar kita berdaya saing dan memenangi kompetisi,” kata Jokowi.

Nesia Pan Pacific Clothing merupakan perusahaan PMA asal Korea Selatan dengan induk perusahaannya Pan-Pacific Co. Perusahaan tersebut telah merealisasikan investasinya hingga akhir tahun 2015 sebesar USD$ 14,5 juta dolar untuk pembangunan dua pabrik.

Perusahaan yang didirikan di atas lahan seluas 12 hektare di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ini akan menambahkan investasinya pada tahun 2016 sebesar US$ 14,5 juta dolar untuk dua pabrik dan tahun 2017 sebesar US$ 31 juta dolar untuk tiga pabrik. PT Nesia Pan Pacific Clothing menargetkan total investasi sebesar US$ 60 juta dolar untuk membangun tujuh pabrik dalam tiga tahap tersebut dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 12.600 orang.

Kapasitas produksi perusahaan ini akan mencapai 24,1 juta potong per tahun dari 126 lini yang dimiliki. Seluruh produknya berupa pakaian jadi seperti celana, jaket, dan gaun akan dikirim ke pasar ekspor. PT Nesia Pan Pacific Clothing telah bekerjasama dengan H&M, Gap, Old Navy, Target, dan Tommy & Columbia yang memiliki kualifikasi dan standar pembeli internasional.

Menperin Saleh Husin mengatakan, industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, mengingat kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto yang cukup signifikan.

“Kerja sama seperti ini, Nesia dengan SMK dan Pusdiklat serta keberadaan Akademi Komunitas memacu peningkatan kualitas SDM. Industri nasional memang idealnya diperkuat oleh kekuatan SDM kita sendiri,” kata dia, dalam keterangan tertulis yang diterima Rappler.

Kemenperin mencatat, sampai triwulan III tahun 2015, sektor TPT telah mencatat surplus sebesar US$ 3,34 miliar dolar dengan nilai ekspor mencapai US$ 9,27 miliar dolar dan nilai impor US$ 5,93 miliar dolar.

“Nilai ekspor tersebut setara dengan 8,06 persen ekspor nasional pada periode yang sama,” kata Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin, Harjanto di tempat yang sama.

Industri TPT merupakan sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,5 juta orang atau sekitar 10,36 persen tenaga kerja di sektor industri. Dalam kunjungan ke Wonogiri, Jateng itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Turut hadir dalam acara itu Dubes Korea Selatan untuk Indonesia, Cho Taiyoung.

– Rappler.com

BACA JUGA:

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.