Dokter angkat peluru dari lengan polisi yang ditembak teroris

Bobby Andalan
Dokter angkat peluru dari lengan polisi yang ditembak teroris
Satu orang terduga teroris tewas dan dua lain ditangkap.

BALI, Indonesia (UPDATED) – Operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di lengan atas tangan kanan seorang anggota Brimobda Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) di RSUP Sanglah Denpasar berjalan sukses.

“Dari pagi tadi dioperasi, selesai siang ini,” kata Humas RSUP Sanglah Denpasar Kadek Nariyantha kepada Rappler Selasa, 17 Februari. 

Baradha Effendi, Anggota Brimobda Polda NTB, dievakuasi ke Denpasar, Bali karena tertermbak di lengan kanan atas saat melakukan penggerebekan teroris jaringan Santoso di Bima, NTB, Senen 15 Februari

 

“Operasi berjalan lancar. Sudah dikeluarkan proyektilnya dan (beliau) masih dirawat intensif di ruang observasi,” kata Kadek.

 

 

Densus 88 Antiteror bersama Kepolisian Resor Kota Bima melakukan penyergapan terhadap teroris kelompok Santoso Senen, 15 Februari. Satu terduga teroris tewas ditembak dan dua lain ditangkap. 

Sebelumnya, Kepala Humas Polda Bali Kombes Hery Wiyanto mengataan Selasa, 16 Februari, kondisi Baradha Effendi sudah mulai stabil dan tim medis masih melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi korban. 

“Lukanya kelihatan di lengan kanan atas. Cukup serius tetapi kondisinya sudah stabil,” kata Hery. 

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan peluru masih di dalam tubuh sehingga korban akan menjalani operasi untuk mengambil proyektil tersebut, kata Hery.

“Hari ini rencananya akan dilakukan operasi untuk mengangkat proyektil peluru yang masih berada di lengan bagian atas tangan kanannya,” kata Hery. – Rappler,com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.