Pertamina: Sanksi tegas menunggu SPBU curang

Rappler.com
Pertamina: Sanksi tegas menunggu SPBU curang
Hukuman mulai dari penurunan level SPBU, skorsing, hingga pemutusan hubungan usaha bagi SPBU curang.

JAKARTA, Indonesia – Perusahaan minyak negara PT Pertamina berjanji memberikan sanksi tegas kepada Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terbukti melakuan kecurangan.

“Sanksi tegas menunggu jika SPBU berlaku curang,” kata Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang di Jakarta Rabu, 17 Februari.

Terkait dengan sanksi tegas tersebut, Pertamina bakal menindak SPBU yang terbukti melakukan kecurangan dengan hukuman mulai dari penurunan level SPBU, skorsing beberapa waktu, hingga pemutusan hubungan usaha (PHU) kepada SPBU tersebut.

“Kami memberikan sanksi tersebut secara bertahap sesuai dengan tingkat kesalahannya,” kata dia.

Pertamina, kata Bambang, menjamin kualitas pelayanan yang diberikan ke masyarakat. “Setiap kritik dan keluhan dari berbagai pihak akan ditampung dan ditindaklanjuti oleh Pertamina guna meningkatkan pelayanan,” katanya.

Laporan tim gabungan Kementerian Perdagangan dan Badab Pengatur Hilir Migas pada 2015 mengatakan hampir 30 persen SPBU sepanjang pantai utara Jawa tidak menggunakan tera meter BBM yang akurat.

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Widodo menyatakan Selasa, 16 Februari, pihak SPBU masih melakukan kecurangan tera meter.

’’Akan kami lakukan pengawasan secara menyeluruh. Kalau masih ada pelanggaran, bisa berurusan dengan hukum,’’ kata Widodo. 

Bambang berjanji Pertamina akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengajak  Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Kementerian Perdagangan untuk mengecek takaran bahan bakar minyak di SPBU secara acak.

“Kami akan mengajak YLKI dan Kementerian Perdagangan untuk melakukan cek langsung untuk mengecek SPBU yang dikeluhkan masyarakat,” kata Bambang.  – dengan laporan Antara/Rappler.com 

 

BACA JUGA:

 

 

 

 

 

 

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.