Ahok: 11 hari untuk warga Kalijodo bongkar bangunan

Rappler.com
Ahok: 11 hari untuk warga Kalijodo bongkar bangunan
Pemerintah DKI akan mengirimkan Surat Peringatan Pertama kepada warga pemilik bangunan bahwa bangunan mereka berada di atas tanah negara.

JAKARTA, Indonesia – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memberi waktu 11 hari kepada warga Kalijodo di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara  untuk membongkar sendiri bangunan mereka.

“Kami minta mereka bongkar sendiri (bangunan) kara Ahok kepada wartawan usai rapat koordinasi di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 17 Februari.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar 1.000 hingga 2.000 personil untuk mengamankan penertiban Kalijodo.

Ahok mengatakan pihaknya akan mengirim Surat Peringatan Pertama (SP1) kepada semua warga pemilik bangunan untuk memberitahu bangunan mereka berada di atas tanah negara.

SP1 akan memberi warga waktu tujuh hari untuk membongkar bangunan mereka. Bila warga tidak mengindahkan SP1, Pemda DKI melayangkan SP 2 dan diberi waktu tiga hari. Dan Bila setelah tiga hari bangunan warga belum dibongkar juga, mereka akan diberi SP 3.

Terakhir, bila satu hari setelah SP3 dilayangkan bangunan belum dibongkar, sesuai Undang-Undang Pokok Agraria, Pemerintah Provinsi DKI mengeluarkan Surat Perintah Bongkar (SPB).

Seluruh proses diperhitungkan memakan waktu 11 hari. Hal ini berarti penertiban kawasan Kalijodo oleh Pemerintah Provinsi DKI akan dilakukan pada awal bulan Maret 2016.

“Kami melaksanakan amanat undang-undang. DAn sesuai undang-undang, tanah negara yang diduduki harus diambil kembali. Makanya kami minta dia (warga) bongkar sendiri. Kalau enggak mau bongkar, ya terpaksa kami bantu bongkar,” kata Ahok usai mengikuti rapat koordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, Wali Kota Jakarta Barat Annas Effendy, Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi dan jajaran pejabat terkait. Rapat yang baru berlangsung pada pukul 14.30 WIB, baru berakhir pukul 16.00 WIB.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Tito mengatakan pihak Polda Metro Jaya telah menyiapkan personil 1000-2000 untuk mengamankan penertiban.

“Nanti kita liat situasi, tapi saya kira dari kewilayahan mungkin hampir 500an orang lebih, kemudian kalau dari Polda kemungkinan bisa mencapai 1000-2000 personil,” kata Tito.

Tito mengatakan mulai besok pihak aparat sudah mulai operasi pelanggaran penyakit masyarakat yaitu perjudian, premanisme, prostitusi, dan kejahatan lainnya.

“Operasi penyakit masyarakat sudah mulai besok, tempat itu harus bersih dari pelanggaran penyakit masyarakat,” katanya, 

“Tadi kita rapat persoalan di Kalijodo ini beda dengan seperti di Kampung Pulo. Kenapa? Karena di situ (Kalijodo) ada dari sudut pandang kepolisian, di situ ada persoalan penyakit masyarakat, mulai ada tempat berkumpulnya preman, pelaku kejahatan, kemudian ada miras ilegal, mucikari, prostitusi, ada juga yang bawa narkotik ke situ, itu tidak akan ditemukan pada kasus di Kampung Pulo sehingga ada persoalan  kepolisian disana,” katanya.

Mengenai pemukiman liar yang berada di Kalijodo, Tito menyebut hal tersebut merupakan ranah Pemprov.

“Untuk pemukiman liar ini yang berdiri di atas tanah negara jadi masalah Pemda, Pemda yang akan menertibkan dari kepolisian akan didukung Bapak Pangdam akan memberikan dukungan. Tapi khusus untuk maslh pelanggaran penyakit tadi, premanisme, pelaku kejahatan yang bersembunyi disana, miras ilegal, dari Polda nanti dibackup bapak Pangdam akan melakukan operasi kepolisian,” ujarnya.

Tito pun menuturkan operasi tersebut namanya penyakit masyarakat dan akan dilakukan operasi baik dari Polres Jakarta Barat dan Jakarta Utara didukung oleh Kodim kemudian juga nanti ada kolerasi dari Polda, yang dikendalikan oleh Polda didukung Pangdam.

“Khusus masalah penertiban pemukiman liar operasinya dari Pemda waktunya kapan nanti kita lihat, pak Gubernur akan menjelaskan juga dari Kodam dan dari Polda kami siap mendukung,” katanya. – Rappler.com

 BACA JUGA:

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.