“Data yang kita siapkan 18,1 juta keluarga, harapannya jika nanti pemerintah akan meluaskan cakupan PKH maka kita sudah siapkan data,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada rakor sinkronisasi data kemiskinan untuk wilayah tengah di Jakarta, Kamis, 18 Februari.
Data keluarga miskin sebanyak 18,1 juta tersebut setara dengan 35 persen dari keluarga status sosial ekonomi terendah.
“Sebetulnya yang kita lakukan verifikasi itu 40 persen terendah. Dari 40 persen yang sudah terjangkau Kartu Indonesia Sehat (KIS) 35 persen, yang terjangkau rastra atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) itu 25 persen terbawah, yang tercover PKH baru delapan persen.
“Tahun ini Insya-Allah akan masuk pada 11 persen,” jelasnya.
Dari konfigurasi seperti itu maka simulasi yang disiapkan oleh Kemensos jika masuk pada 25 persen rumah tangga dengan status sosial ekonomi terendah lalu masuk pada pendekatan keluarga maka data yang dimiliki 14,9 juta keluarga.
Di antara keluarga itu ada 300 ribuan yang sudah meningkat status sosial ekonominya. Ada lagi 300 ribuan yang tidak teridentifikasi tempat tinggalnya sehingga total ada 14,8 juta keluarga.
“Kalau kita ambil 35 persen itu 18,1 juta. Kaitan konfigurasi ini kalau sudah 18,1 juta keluarga, 92,4 juta penerima KIS harusnya sudah tercover dalam program perlindungan sosial,” tambah Khofifah.
Sebelumnya data yang dimiliki Kemensos sebanyak 15,5 juta yang berbasis rumah tangga sementara data yang disiapkan saat ini berbasis keluarga.
Dia mengatakan proses verifikasi sudah dilakukan begitu juga konsolidasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Tim Nasional Percepatan dan Penanggulangan Kemiskinan. – dengan laporan Antara/Rappler.com
BACA JUGA:
- 6 hal yang perlu diketahui soal kemiskinan
- Bank Dunia: Pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak dinikmati orang kaya
- Dana Ketahanan Energi tak jadi dibebankan pada masyarakat
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.