AS berkomitmen meningkatkan perekonomian Asia Tenggara

Rappler.com
AS berkomitmen meningkatkan perekonomian Asia Tenggara
Amerika Serikat akan membangun kantor ekonomi di Indonesia, Thailand dan Singapura untuk saling menghubungkan para investor, pengusaha dan wirausaha di kawasan ASEAN.

JAKARTA, Indonesia – Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian di kawasan Asia Tenggara. Salah satu rencana yang akan direalisasikan yaitu dengan membangun kantor ekonomi di tiga negara yaitu Indonesia, Thailand dan Singapura.

“Tujuannya untuk membangun koordinasi yang lebih baik mengenai perkembangan di bidang ekonomi dan menghubungkan wirausaha, investor dan para pengusaha dari masing-masing negara,” ujar Obama seperti tertulis dalam pernyataan bersama para pemimpin ASEAN dan AS yang menandakan akhir KTT AS-ASEAN di Sunnyland, California.

Gedung Putih melihat 10 negara di kawasan ASEAN sebagai kawasan yang tengah berkembang untuk melawan Tiongkok yang semakin dominan. Saat ini, ke-10 negara ASEAN merupakan mitra dagang terbesar keempat bagi Negeri Paman Sam.

Berdasarkan data yang dimiliki Gedung Putih, perdagangan dua arah baik dalam bentuk produk dan layanan antara ASEAN dan AS telah meningkat tiga kali lipat sejak tahun 1990an. Dalam data itu, tertulis, angka perdagangan meningkat hingga US$254 miliar di tahun 2014 dan berhasil mendukung lapangan pekerjaan senilai US$500 ribu.

“Kami memiliki peningkatan yang tinggi dan hubungan perekonomian yang semakin dalam dengan ASEAN,” ujar Duta Besar AS untuk ASEAN, Nina Hachigian.

Paket kebijakan baru yang diberi nama “US-ASEAN connect” meliputi nasihat teknis untuk negara-negara seperti Indonesia dan Filipina dapat siap untuk bergabung dalam kemitraan Trans Pasifik (TPP). Kemitraan tersebut saat ini sedang dalam proses untuk diratifikasi.

Rencana lainnya yang disiapkan Obama yakni dengan meningkatkan jalinan perdagangan di sektor komunikasi dan infrastruktur, perampingan program pemerintah dan kelistrikan.

Isu Laut Tiongkok Selatan

Dalam pernyataan bersama itu, Presiden Obama bersama 10 pemimpin negara ASEAN lainnya menuntut solusi yang damai dalam menuntaskan isu terkait sengketa kepulauan dan area terumbu karang. Pernyataan tersebut secara jelas ditujukan untuk mengatasi sengketa lahan di Laut Tiongkok Selatan.

Obama mencoba untuk mengumpulkan koalisi informal di kawasan Pasifik agar Tiongkok bersedia menghormati penegakkan hukum.

“Kebebasan navigasi harus ditegakan dan perdagangan yang sesuai aturan hukum tidak boleh dibatasi,” ujar Obama.

Negeri Paman Sam akan terus melanjutkan untuk tetap terbang, berlayar dan beroperasi di area mana pun sesuai dengan aturan hukum internasional.

“Kami akan mendukung hak serupa agar negara lain pun bisa melakukannya,” kata mantan Senator dari negara bagian Illionis itu.

Selain untuk menggalang kekuatan dalam isu sengketa lahan di Laut Tiongkok Selatan, KTT AS-ASEAN juga dimanfaatkan Obama untuk menunjukkan kebijakan poros Asia ala Negeri Paman Sam. Khususnya sebelum Obama meninggalkan kursi kepresidenan pada Januari 2017. -laporan AFP/Rappler.com

BACA JUGA: 

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.