JAKARTA, Indonesia — Sebuah seminar kebangsaan dikabarkan terancam batal setelah dilarang oleh pihak kepolisian atas laporan dari ormas Islam.
Seminar kebangsaan dengan tema "Menjaga Keutuhan Bangsa Melalui Interaksi Keragaman Beragama". @zuhairimisrawi pic.twitter.com/SlDI32eI3r
— Ready Tasikmalaya (@ReadyTasik) February 17, 2016
Seminar dengan tema Menjaga Keutuhan Bangsa Melalui Interaksi Keragaman Beragama tersebut semula akan dilaksanakan di Gedung PGRI, Cikembang Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu, 21 Februari, besok.
“Kemarin kita ke Polres dulu (untuk minta izin). Kata Polres, kalau FPI (Front Pembela Islam) ngijinin, polisi ngijinin,” tutur Rizal Waqfen dari READY selaku penyelenggara.
Setelah itu, menurut keterangan Rizal, pihak FPI Tasikmalaya juga sempat menghubungi panitia dan melarang penyelenggaraan seminar ini.
“Karena katanya ada orang Syiah dan Ahmadiyah,” ujarnya..
Seminar kebangsaan tersebut direncanakan akan dihadiri oleh pengamat timur tengah Zuhairi Misraki, ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya Abdul Basith Wahab, cendekiawan muda Miftah Rakhmat, Kapolres Kabupaten Tasikmalaya Susnadi, serta dimoderatori oleh Rifqi Taofiq Sidqi dari Lingkar Kajian Agama dan Hak Asasi Manusia.
Saat ini pihak panitia masih mengupayakan agar diskusi tetap dapat dilaksanakan.
“Kita masih berusaha,” kata Rizal.
Namun hingga saat ini, pihak FPI Jawa Barat belum dapat dimintai keterangannya.—Rappler.com
BACA JUGA:
- Gelar operasi yustisia, polisi dan FPI jaring terduga LGBT di Bandung
- Diskusi antiteroris batal karena diprotes FPI
- FPI larang Ahmadiyah salat Jumat di Tebet
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.