Marcus Rashford, bayi ajaib dari selatan Manchester

Agung Putu Iskandar
Marcus Rashford, bayi ajaib dari selatan Manchester

Laurence Griffiths

Empat gol dan satu assist dalam dua pertandingan berturut-turut. Jika bukan keajaiban, apalagi label yang lebih pantas kita sematkan kepadanya?

JAKARTA, Indonesia – Badai cedera yang menghempas Manchester United dalam sepekan terakhir ternyata menjadi blessing in disguise alias berkah yang terselubung. Di tengah kebingungan karena 14 pemainnya cedera, para pemain belia muncul sebagai pahlawan.

Semuanya dimulai di leg kedua Europa League. Kalah 1-2 di kandang Midtjylland, manajer United Louis van Gaal dihadapkan pada kebingungan. Sebanyak 14 pemainnya terkapar cedera.

Stok penyerang utama tandas setelah Anthony Martial dan Wayne Rooney menyusul rekan-rekannya.

Mau tidak mau, meneer 64 tahun itu harus mengambil para pemain U-19. Tiga pemain pun diorbitkan. Mereka adalah Guillermo Varela, Joe Riley, dan Marcus Rashford. Semuanya berusia 18 tahun.

Rashford langsung mencuri perhatian publik Old Trafford, kandang United. Dia memborong dua gol kemenangan 5-1 United atas jawara Denmark tersebut.

Mencetak gol di laga debut memang spesial. Tapi tak terlalu istimewa. Beberapa punggawa lama United pun melakukannya. Dan kemudian menghilang. Salah satunya striker asal Italia Federico Macheda.

Anthony Martial juga mencetak gol di laga debut ketika meladeni Liverpool di Old Trafford.

Namun, pemain yang di level junior dibesut legenda United Nicky Butt ini menunjukkan bahwa dirinya adalah pemain istimewa. Rashford tak berhenti hanya dengan gol di laga debut. Dia melanjutkan produktivitasnya ke Liga Primer.

Kali ini tak tanggung-tanggung, gawang yang dia jebol adalah gawang salah satu kiper terbaik di Liga Inggris, Petr Cech. Bahkan Lionel Messi harus menunggu hingga lebih dari 10 jam untuk bisa menaklukkan kiper Ceko tersebut.

 

Tak hanya dua gol yang dia kemas di menit ke-29 dan 32. Kali ini plus bonus assist kepada Ander Herrera.

Empat gol dan satu assist dalam dua pertandingan berturut-turut, Rashford langsung panen pujian. Van Gaal memuji setinggi langit.

“Pemain mencetak gol di laga debut itu biasa. Tapi di pertandingan kedua dia kembali mencetak gol. Dia jelas talenta istimewa,” kata Van Gaal seperti dikutip ESPN.

Dua laga tersebut adalah pertandingan pertama dan kedua Rashford. Sebelumnya, nama dia sudah menghiasai daftar pemain United yang melawat ke Watford pada 21 November lalu. Begitu juga sepekan berikutnya ketika melawan Leicester City.

Namun, Rashford tak kunjung dimainkan. Baru saat para pemain utama bertumbangan, dia bisa memamerkan kemampuannya dengan leluasa.

Memilih United sejak berusia sembilan tahun

Pemain 18 tahun tersebut adalah sosok yang “lahir batin” fans United. Dia adalah remaja yang berasal dari Northern Moor, kawasan yang berada di bagian utara Wythenshawe, sebuah wilayah di Manchester selatan. Jarak dari tempat asalnya ke tengah kota Manchester hanya 8 km.

Rashford dilahirkan pada pada 31 Oktober 1997, hanya sehari setelah United mencetak enam gol ke gawang Sheffield Wednesday di Old Trafford. Para striker seperti Teddy Sheringham, Andy Cole, dan Ole Gunnar Solskjaer mencatatkan namanya di papan skor.

Rashford kecil bergabung ke klub lokal junior Fletcher Moss Rangers saat berusia lima tahun. Dia mengikuti jejak kakaknya, Dwain. Bakatnya langsung terendus oleh para pencari bakat dua raksasa penguasa Manchester, City dan United.

City pun agresif mendekatinya. Apalagi, klub berjuluk The Citizens itu memiliki keuntungan. Tempat tinggal Rashford di Fallowfield sangat dekat dengan Platt Lane, lokasi latihan akademi City.

United pun khawatir. Mereka langsung mengontak pelatih Fletcher Moss Rangers, David Horrocks, untuk menjaganya dari cengkeraman City.

“City menawarinya kesempatan dan berjanji akan membuatnya pusat permainan tim. Tapi kemudian United menelpon dan memintaku untuk mengantarkannya setiap Minggu pagi ke Cliff (akademi milik United),” kata Horrocks seperti dikutip Daily Mail.

Tidak butuh waktu yang lama bagi Rashford untuk bergabung ke United. Di usia 9 tahun, usia seorang bibit pesepak bola di Inggris mencapai umur minimal meneken kontrak, dia memilih United. Salah satu alasannya, kata Horrocks, dia menemukan kegembiraan di akademi tersebut.

“United memiliki program pengembangan bakat individu yang bagus. Mereka membebaskan anak-anak untuk menguasai bola dan mengekspresikan kemampuannya. Anak-anak tidak sekadar diperintah umpan, umpan, umpan,” kata Horrocks.

Program tersebut merupakan dikembangkan oleh Rene Maulensteen. Pelatih yang kemudian menjadi tangan kanan Sir Alex Ferguson.

Sejumlah pemain United juga lahir dari Fletcher Moss Rangers. Mereka adalah Wes Brown, Danny Welbeck, dan Ravel Morrison. Di era sekarang, alumni klub junior itu adalah pemain sebayanya, Cameron Borthwick-Jackson, dan Tyler Blackett.

Sejak masih di level junior United, Rashford sudah menunjukkan tanda-tanda haus gol. Saat masih bersama tim U-18, dia mencetak 13 gol sepanjang 25 pertandingan. Namun, kesempatan belum datang untuknya saat itu. Dia hanya sekali bermain untuk tim cadangan United di ajang Lanchasire Senior Cup.

Adalah Nicky Butt yang membawa dia ke level selanjutnya. Sang kepala akademi yang juga mantan gelandang United itu menunjuknya sebagai kapten di Liga Remaja UEFA untuk tim U-19 ketika melawan PSV Eindhoven.

Kesempatan emas itu tidak dia sia-siakan. Rashford mencetak dua dari tiga gol kemenangan United.

Kini, jumlah gol yang sama sudah dia lesakkan ke dua tim, di Liga Europa dan Liga Primer Inggris. Sensasi apalagi yang bakal ditampilkan Rashford?

Semoga Wayne Rooney dan Anthony Martial masih lama sembuh dari masa cedera. Biar Rashford semakin leluasa mengacak-acak gawang lawan-lawannya.—Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.