Liverpool vs Manchester United: Tim legenda di ajang kelas dua

Agung Putu Iskandar
Liverpool vs Manchester United: Tim legenda di ajang kelas dua

Laurence Griffiths

Dua tim terancam tanpa gelar musim ini. Europa League adalah satu-satunya harapan mereka.

JAKARTA, Indonesia – Manchester United dan Liverpool adalah dua tim yang memiliki sejarah besar. Sayang, musim ini, keduanya tak lebih dari para pengganggu tim favorit juara. Di babak 16 besar ajang Europa League, keduanya kini harus membuktikan siapa yang lebih tangguh.

 Di laga yang digelar di Anfield, kandang Liverpool, pada Jumat 11 Maret pukul 03.00 WIB tersebut, kedua tim harus menepis dulu gengsi Liga Primer.

United dan Liverpool memang saling berburu peringkat keempat. Itu adalah peringkat terbawah untuk bisa lolos ke kualifikasi Liga Champions. Persaingan keduanya semakin sengit karena dua musuh bebuyutan itu hanya terpisah satu poin.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, United lebih banyak bermain di Liga Champions. Sebaliknya, Liverpool tampil di kompetisi kelas dua Eropa, Europa League.

“Liverpool dan United sebagai dua klub yang besar hanya terjadi di masa lalu,” kata manajer United, Louis van Gaal, seperti dikutip BBC.

Habitat Liverpool di Europa League

Dalam lima musim terakhir, empat di antaranya dihabiskan Liverpool di turnamen yang dulu bernama Piala UEFA tersebut. Sayang, selama itu pula Liverpool tidak pernah mencapai final. Paling banter mereka hanya sampai semifinal Europa League 2009-2010.

Bahkan, dua kali mereka harus tersingkir di babak 32 besar dan sekali di babak 16 besar. Yakni pada musim 2010-2011. Nahas empat musim lalu itu terancam terulang jika pasukan Jurgen Klopp itu tidak mampu mengatasi United.

Namun, situasi tim tuan rumah jelas lebih baik dibanding lawannya. Liverpool di bawah Klopp memang belum mampu superior. Tapi penampilan mereka lebih stabil.

Dalam enam laga terakhir di semua ajang, Jordan Henderson belum pernah kalah. Bahkan, di Europa League, mereka tak terkalahkan di delapan pertandingan.

Liverpool sedikit mendapat angin karena badai cedera yang dialami Wayne Rooney dan kawan-kawan belum juga berakhir. Sekitar 12 pemain tak bisa diturunkan dalam laga melawan Liverpool. Para pemain senior seperti Rooney, Luke Shaw, Bastian Schweinsteiger, dan Phil Jones belum  juga sembuh.

Matteo Darmian yang sempat bermain melawan West Bromwich Albion (WBA), Minggu, 6 Maret lalu kemungkinan bakal absen.

Perkiraan pemain Liverpool vs Manchester United

Van Gaal memang bisa mengandalkan para pemain belia seperti Marcus Rashford, Guillerme Varela, dan Cameron Borthwick-Jackson. Tapi sebagai pemain junior, mereka tidak stabil. Buktinya, usai menang dari Arsenal 3-2, United harus keok dari WBA 0-1, Minggu, 3 Maret lalu.

Namun, Klopp tidak menganggap faktor cedera sebagai keuntungan timnya. Sebab, United adalah tim besar. Beberapa kali mereka justru mampu lolos dari pertandingan penting meski banyak kesulitan yang dihadapi.

Apalagi, United datang ke Europa League dengan status tim gagal Liga Champions. Mereka jelas lebih merasa memiliki kasta lebih baik dibanding Liverpool.

“Ini adalah pertandingan besar. Ini bukan laga terberat yang dihadapi Liverpool tapi ajang Europa League selalu penting,” kata manajer Liverpool, Jurgen Klopp.

Manajer asal Jerman itu tidak merasa status United sebagai tim Liga Champions berpengaruh bagi pasukannya. “Saya sering melihat pertandingan Liga Champions. Tidak semuanya bagus,” katanya.

Mantan manajer Borussia Dortmund itu mendapat angin segar karena striker Daniel Sturridge bisa diturunkan. Begitu juga bek kanan Nathaniel Clyne. Begitu juga dua pemain andalan Roberto Firmino dan Philippe Coutinho.

Liverpool hanya kehilangan bek tengah Martin Skrtel yang belum juga pulih. “Pertandingan seperti ini adalah induk segala permainan sepak bola,” kata Klopp.—Rappler.com

BACA JUGA:

 

 

 

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.