Ledakan di bandara Brussels, aksi balas dendam?

Rappler.com
Ledakan di bandara Brussels, aksi balas dendam?
Belgia menduga ledakan di bandara Brussels merupakan aksi balas dendam atas penangkapan pelaku teror Paris


JAKARTA, Indonesia — Ledakan terjadi di ruang keberangkatan Bandar Udara Internasional Brussels, Belgia, pada Selasa pagi waktu setempat, 22 Maret, menewaskan setidaknya 13 orang dan melukai beberapa lainnya.

Ledakan itu terjadi empat hari setelah penangkapan seseorang di Brussels, yang diduga ikut dalam serangan di Paris, Perancis, pada November tahun lalu, yang menewaskan sedikitnya 130 orang.

Polisi Belgia mewaspadai tindakan balasan atas penangkapan tersebut.

Saleh Abdessalam, tersangka utama serangan Paris pada November lalu yang masih hidup, ditangkap oleh polisi Belgia setelah terlibat baku tembak pada Jumat pekan lalu, 18 Maret.

Pada Senin, 21 Maret, Menteri Dalam Negeri Belgia, Jan Jambon, menyatakan bahwa pemerintah dalam kewaspadaan tinggi atas kemungkinan serangan balasan setelah penangkapan Abdessalam.

“Kami tahu bahwa menghentikan satu sel … dapat mendorong yang lainnya untuk bertindak. Kami sadar hal itu terjadi dalam kasus ini,” kata Jambon.

Penyidik Prancis, Francois Molins, dalam konferensi persnya di Paris pada Sabtu lalu, menyatakan bahwa Abdessalam merupakan warga kelahiran Perancis dan dibesarkan di Brussels.

 

Tak ada WNI jadi korban 

KBRI Brussel mengatakan hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan di dua lokasi yang berbeda itu. Walaupun ledakan bom tersebut berjarak tidak jauh dari KBRI Brussel yakni hanya 10 menit dengan menggunakan kendaraan. 

Kendati begitu, KBRI hanya mengeluarkan beberapa himbauan kepada sekitar 1.630 WNI yang bermukim di Brussel dan Luksemburg. 

“Pertama, meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap keamanan lingkungan di tempat tinggalnya masing-masing. Kedua, sedapat mungkin menghindari kawasan keramaian umum yang berpotensi menjadi target sasaran aksi terorisme seperti lokasi konser, kawasan pusat kota, bandara, stasiun, terminal bus, serta pusat perbelanjaan. Area tersebut didatangi jika ada keperluan yang mendesak,” papar perwakilan KBRI Brussel melalui pernyataan tertulis dan diterima Rappler pada Selasa, 22 Maret. 

Ketiga, KBRI Brusel melanjutkan, agar WNI menginformasikan setiap keberadaannya kepada keluarga, keempat, bekerja sama dengan aparat setempat ketika dilakukan pemeriksaan keamanan di area perbatasan. Terakhir kelima, selalu membawa identitas diri atau paspor untuk memudahkan identifikasi oleh otoritas berwenang Belgia. 

KBRI Brussel juga membuka nomor kontak hotline yang aktif 24 jam di nomor kontak +32 (0) 478 957 214 atau di nomor kontak +32 (0) 478 4057 28. Mereka juga akan terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan dan rumah sakit untuk memperoleh informasi lebih jauh mengenai WNI yang menjadi korban. 

Otoritas di Belgia juga telah meningkatkan status keamanan hingga ke level siaga 4 atau paling berbahaya. 

Indonesia kecam ledakan 

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam aksi teror di Brussel yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang tewas dan luka-luka. 

“Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita yang mendalam kepada rakyat dan pemerintah Belgia, khususnya kepada korban dan keluarga korban,” ujar juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir melalui pesan pendek. 

Indonesia, kata Arrmanatha menolak tegas aksi terorisme atau kekerasan dalam bentuk dan untuk alasan apa pun. Hal tersebut tidak bisa ditoleransi. 

“Pemerintah Indonesia mengajak komunitas internasional untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi radikalisme dan melawan terorisme,” kata diplomat yang pernah bertugas di New York dan Jenewa itu. Laporan AFP/Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.