Tertangkap tengah pesta narkoba, Dandim Makassar dicopot dari jabatannya

Syarifah Fitriani
Tertangkap tengah pesta narkoba, Dandim Makassar dicopot dari jabatannya
Ironinya, dua pekan sebelum penggrebekan, Kolonel Infantri Jefri memimpin tes urine secara mendadak bagi anggota Kodim 1408/BS.

MAKASSAR, Indonesia – (UPDATED) Dandim 1408/BS, Kolonel Infantri Jefri Oktavian Rotty dicopot dari jabatannya, sebab dia dan rekannya, Kapuskodal Ops Kodam VII Wirabuana Letnan Kolonel Budi Santoso tertangkap basah oleh satuan Polisi Militer (POM) tengah berpesta sabu di Hotel D’Maleo Jaoan Pelita Raya pada tanggal 5 April lalu. Pemecatan itu dilakukan sepihak, kendati proses uji rambut kedua perwira militer tersebut masih berlangsung.

Selain berdasarkan tes urine, laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan juga membutuhkan hasil uji rambut keduanya. Sayang, hasil uji rambut yang sekarang dirilis dinilai tidak valid karena beratnya dianggap kurang.

“Kami tidak bisa menentukan (status) Dandim 1408/BS dan Kapuskodal Ops Kodam VII Wirabuana apakah bebas atau tidak, karena masih harus menunggu (tes) lagi, kemarin berat rambutnya kurang dari 30-50 mg,” ujar Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Agus Budiman Manalu.

Agus menjelaskan pengulangan tes itu membutuhkan waktu sekitar 2 bulan. Sementara, hasil tes urine yang telah dilakukan menunjukkan keduanya positif mengkonsumsi narkoba. 

Oleh sebab itu Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, berharap hasil tesnya tidak terlalu jauh dengan hasil tes awal. 

“Meskipun belum keluar hasilnya, kami berharap hasilnya tidak berbanding terbalik,” ujar Agus.

Seandainya kedua perwira militer itu terbukti negatif mengkonsumsi narkoba, mereka akan tetap dikenai hukuman disiplin karena berada di tempat hiburan malam tanpa surat izin tugas.

Komando Daerah Militer VII Wirabuana memilih untuk tidak menunggu hasil tes lanjutan tersebut. Mereka sudah menunjuk dan melantik pengganti Jefri dan Budi. 

Letkol Afridas ditunjuk menggantikan Letkol Budi Santoso untuk posisi Kapuskodal Ops Kodam VII Wirabuana, sedangkan Letnan Kolonel Kav Otto Sollu menggantikan Kolonel Infantri Jefri Oktavian Rotty sebagai Dandim 1408/BS. 

Lima warga sipil bebas

Sementara, 5 warga sipil yang ikut terjaring dalam pesta narkoba itu terbebas dari proses hukum, karena hasil uji rambut menunjukkan hasilnya negatif narkoba.

“Salah seorang dari ke lima warga sempat dinyatakan positif dalam pemeriksaan awal. Tetapi, hasil uji rambut menunjukkan hasil negatif. Kemungkinan, dia adalah pengguna situasional, hanya menggunakan narkoba di saat tertentu saja,” kata Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Agus Budiman Manalu.

Kelima warga itu diketahui bernama Muhammad Nasri, Bimang, Aswar, Fitriani dan Siti Damayanti Imran. Alasan lain BNNP Sulsel tidak bisa menjerat 5 warga itu, karena jenis narkoba yang mereka konsumsi yakni blue sapphire tergolong narkoba jenis baru yakni metilon. Narkoba jenis itu tidak masuk ke dalam Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 mengenai psikotropika.

Bagi warga yang mengkonsumsi narkoba jenis itu, hanya diberikan rujukan agar mengikuti program rehabilitasi dan rawat jalan.

Tertangkap basah

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1408 Makassar, Kolonel Infantri Jefri Oktavian Rotty tertangkap basah tengah berpesta narkoba di sebuah hotel pada Selasa, 5 April.

“Ada dua orang oknum anggota TNI yang diamankan karena diduga terlibat dalam pesta narkoba,” ujar Wakil Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana Letkol Infantri Vipy Amoranto di Makassar pada Rabu, 6 April.

Mereka tertangkap, karena memperoleh laporan warga jika ada pesta narkoba yang dilakukan oleh oknum anggota TNI di salah satu hotel di Makassar. Kepala Staf Kodam VII Wirabuana Brigjen TNI Supartodi langsung memimpin penggrebekan dan mengamankan dua perwira menengah tersebut.

Penangkapan Jefri merupakan ironi karena pada Selasa, 22 Maret Jefri memimpin dilakukan tes urine mendadak bagi seluruh anggota militer dan PNS Kodim 1408/BS. Tes urine dilakukan untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.

Jefri ketika itu mengatakan agar jangan ada prajurit TNI khususnya anggota Kodim 1408/BS yang masuk jaringan narkoba.-dengan laporan ANTARA/Rappler.com

BACA JUGA:

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.