Pertemuan YPKP ’65 diprotes kelompok intoleran

Febriana Firdaus
Pertemuan YPKP ’65 diprotes kelompok intoleran
Mereka minta acara untuk dibubarkan

JAKARTA, Indonesia — Pertemuan Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65) di Cianjur, Jawa Barat, untuk membahas sikap terhadap Simposium Nasional ’65 didatangi oleh kelompok intoleran, pada Kamis, 14 April. Mereka meminta acara tersebut untuk dibubarkan. 

Rappler kemudian mengonfirmasi berita tersebut pada Ketua YKPP ’65, Bejo Untung. 

“Pertemuan Cianjur terpaksa harus saya batalkan. Pindah ke kantor LBH malam ini juga,” kata Bejo kepada Rappler, Kamis petang.

Menurut Bejo, ada organisasi massa Gerakan Masyarakat Islam Peduli Cianjur dan sebagainya yang tidak menginginkan acara ini terselenggara. 

Pihak kepolisian, kata Bejo, sebenarnya dalam posisi mengamankan acara dan melindungi para peserta.

Untuk pertama kalinya sejak tragedi 1965, sebuah simposium tingkat nasional akan digelar untuk membicarakan luka yang tak pernah dibuka selama 50 tahun pada 18-19 April di Jakarta. 

Untuk pertama kalinya juga, para pelaku dan korban akan dipertemukan, dengan mediator: Pemerintah Republik Indonesia.

Agus Widjojo, Ketua Panitia Pengarah Simposium, mengatakan panitia sedang berupaya menghadirkan tokoh dari pihak-pihak yang terlibat, seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan mantan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pernah menjadi narapidana politik, termasuk mengundang YKPP 1965. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.