YOGYAKARTA, Indonesia — Pihak kepolisian memastikan jenazah perempuan yang ditemukan di toilet lantai 5 Universitas Gajah Mada (UGM) adalah Feby Kurnia, mahasiswi jurusan geofisika angkatan 2015.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Hudit Wahyudi menjelaskan identitas tersebut diperoleh berdasarkan hasil tes sidik jari.
Informasi ini membuat ibu Feby, Nurcahyaningsih, terpukul. Dia mengaku sudah beberapa hari tidak bisa berkomunikasi dengan putrinya itu.
“Terakhir kali saya berkomunikasi pada Jumat pekan lalu,” ujar Nurcahyaningsih kepada Rappler, Selasa, 3 Mei.
Ia mengaku sudah berulang kali menghubungi ponsel Feby, namun tak diangkat. Justru yang dia terima adalah pesan pendek dengan isi mencurigakan.
Khawatir terjadi sesuatu pada putri sulungnya itu, Nurcahyaningsih memutuskan berangkat dari kediamannya di Batam menuju ke rumah kos Feby di wilayah Pogung Baru, Mlati, Sleman. Namun, ia tidak bisa menemukan putrinya.
Pada Sabtu, 30 April, Nurcahyaningsih kemudian memutuskan untuk mencari keberadaan Feby bersama rekan-rekannya. Mereka mencoba melacak keberadaan Feby melalui sinyal ponsel dibantu Polda.
Menurut penelusuran, ponsel berada di wilayah Bantul dan sekitarnya.
Teman korban juga menyebar pesan melalui media sosial.
“Teman kita, saudara kita, teman seperjuangan kita mahasiswa UGM (Geofisika) bernama Feby Kurnia asal Batam Kepulauan Riau sudah menghilang selama 4 hari (info tanggal 1 Mei). Mohon jika bertemu, atau melihat, atau mendengar informasi tentang Beliau, diharapkan segera menginformasikannya kepada keluarga. #solidaritasMahasiswaBatamJogja,” demikian isi pesan yang beredar di media sosial itu.
Nurcahyaningsih juga menelusuri rekening milik Feby. Berdasarkan informasi dari bank, uang tabungan terakhir kali diambil pada Kamis, 21 April.
“Di kamar kostnya tidak ada hal yang mencurigakan. Hanya sepeda motor Mionya yang bernomor polisi BP 4864 JH ditemukan di parkiran terminal Giwangan,” ujar Nurcahyaningsih.
Dia sempat bertanya kepada petugas parkir di terminal.
“Kata petugas parkir, yang membawa sepeda motor adalah laki-laki dan masuk pada Jumat, 29 April. Laki-laki yang membawa motor lebih tinggi dari petugas parkir,” tuturnya.
Jasad Feby ditemukan pada Senin, 2 Mei, sekitar pukul 18:00 oleh petugas keamanan UGM. Proses olah tempat kejadian perkara telah dilakukan kepolisian. Sedangkan, jasad Feby dibawa ke RSUP Dr. Sardjito. —Rappler.com
BACA JUGA:
- Jenazah perempuan ditemukan di toilet gedung FMIPA UGM
- Ribuan mahasiswa UGM duduki rektorat
- FKPPI tuntut pembubaran pemutaran film ‘Pulau Buru’ di UGM
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.