Ramos Horta dalam pembukaan ASEAN Literary Festival: Orang Indonesia sangat tangguh

Ursula Florene
Ramos Horta dalam pembukaan ASEAN Literary Festival: Orang Indonesia sangat tangguh
Ramos Horta melihat orang Indonesia selalu tersenyum bahkan di saat rezim Soeharto yang mengekang kebebasan masyarakat.

JAKARTA, Indonesia – Penerima Nobel Perdamaian Jose Ramos-Horta menjadi pembicara pada ajang ASEAN Literary Festival 2016 yang berlangsung pada Kamis, 5 Mei di Taman Ismail Marzuki (TIM). Di hadapan ratusan orang, Horta berbicara tentang hubungan kedua negara serta situasi perdamaian dan kebebasan saat ini.

Sebelum berpidato, bekas Presidan Timor Leste ini sempat berkomentar tentang orang Indonesia.

“Mereka selalu tersenyum. Bahkan saat rezim Soeharto, orang-orang selalu tersenyum,” ujar Horta.

Padahal di masa itu, masyarakat sangat terkekang dan tak bebas. Karena itu, Horta menilai orang Indonesia sangat tangguh dan mampu bertahan dalam situasi apapun.

Dia juga memuji prestasi Indonesia di kancah internasional. Pandangan negara asing terhadap tingkat toleransi, prestasi ekonomi, dan pencapaian lainnya sangat brilian.

“Kalian harus bangga dengan apa yang telah dicapai negara ini,” kata dia. Meski dia mengakui ada gerakan yang mulai mengarah pada ekstremis kesukuan ataupun keagamaan, pemerintah masih bisa menanganinya.

Terkait gerakan-gerakan ekstremis, Horta mengatakan ini bukanlah masalah baru. Setiap negara pasti memiliki masalah ini, entah ideologi ekstrem keagamaan, kesukuan, hingga politik.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya? “Kita bisa belajar dari Eropa,” kata dia.

Horta berkisah kalau gerakan ekstrem pertama terjadi tepat di jantung benua tersebut, seperti di Italia dan Jerman. Agen intelijen menarget langsung tokoh ataupun akar gerakan ini.

Namun, pahlawan sesungguhnya adalah masyarakat Eropa itu sendiri. “99,9 persen masyarakat tidak mengikuti ataupun mendukung ideologi ini. Lama kelamaan, ideologi itu mati,” kata Horta.

Jai, pendidikan dan akal sehat merupakan senjata penting untuk menumpas pola pikir ekstrem. Dengan bekal ini, setiap individu bisa menghindari pikiran-pikiran irasional. Horta mengatakan perang melawan ekstremisme adalah suatu perjalanan panjang.

“Tak ada jawaban instan,” kata dia.

Pentingnya dialog

Bagaimana pemerintah seharusnya menjaga perdamaian di negaranya? Horta menilai dialog dan negosiasi merupakan salah satu unsur yang penting. Tokoh-tokoh dunia seperti Nelson Mandela maupun Aung San Suu-kyi menggunakan metode ini saat memperjuangkan perdamaian di negara masing-masing.

“Terkadang kita juga perlu (menggunakan) metode keras, tetapi tak selalu efektif. Negosiasi dan dialog inilah yang terpenting,” ujar Horta.

Dia mengatakan kebebasan dan perdamaian adalah sesuatu yang sangat penting bagi masyarakat di negara mana pun. Keduanya hadir bersama, dan tak bisa ada satu tanpa yang lain.

“Bisa saja orang tak merasa damai meski tak ada perang. Itu (terjadi) saat kebebasan tak lagi dimiliki,” kata dia. -Rappler.com

BACA JUGA:

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.