Peringatan Hari Kebebasan Pers dibubarkan, tim investigasi Mabes Polri datangi AJI Yogyakarta

Mawa Kresna
AJI Yogyakarta berharap tetap bisa mengontrak di tempatnya sekarang

Suasana pelarangan acara nobar dan diskusi film dokumenter 'Pulau Buru: Tanah Air Beta' karya di sekretariat AJI Yogyakarta dalam rangka Hari Kebebasan Pers Dunia. Foto dari AJI Yogyakarta  

YOGYAKARTA, Indonesia — Tim investigasi Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) mendatangi Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta untuk memintai keterangan terkait pembubaran peringatan Hari Kebebasan Pers oleh aparat kepolisian pada Selasa, 3 Mei, lalu. 

Tim investigasi Mabes Polri yang berjumlah dua orang tersebut meminta keterangan dari anggota AJI yang hadir pada saat kejadian pembubaran tersebut.

“Mereka mengatakan ingin mengumpulkan data terkait pembubaran oleh polisi. Ini untuk masalah internal di kepolisian, apakah ada pelanggaran atau tidak,” kata Ketua AJI Yogyakarta Anang Zakaria saat mengadakan pertemuan dengan tim dari Mabes Polri di sekretariat AJI Yogyakarta, Jumat, 6 Mei.

Proses tim investigasi yang dipimpin oleh AKBP Andre memakan waktu sekitar satu jam. AKBP Andre menanyakan kronologis dan merekam setiap keterangan saksi.

“Mereka juga minta data rekaman video saat malam kejadian. Kami punya semua, saat polisi yang bernama Sigit masuk tidak sopan ke AJI dan mengatakan diperintahkan Kapolda untuk membubarkan acara itu,” kata Anang.

Hasil dari tim investigasi tersebut nantinya akan digunakan Mabes Polri untuk menilai apakah ada pelanggaran etik yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam pembubaran tersebut.

Sementara itu AKBP Andre menolak memberikan keterangan pada media. 

Sebelumnya, aparat kepolisian Polresta Kota Yogyakarta setempat membubarkan peringatan Hari Kebebasan Pers yang digelar oleh AJI Yogyakarta. 

Kasintelkam Polresta Kota Yogyakarta, Kompol Sigit Haryadi, mengatakan pihaknya membubarkan acara karena ada potensi konflik dari luar. Penyebabnya karena ada pemutaran film dokumenter Pulau Buru: Tanah Air Kita yang diputar.

Ketegangan antara AJI Yogyakarta dan warga mereda

Pasca pembubaran acara peringatan Hari Kebebasan Pers oleh polisi, sempat muncul ketegangan antara anggota AJI Yogyakarta dengan warga sekitar sekretariat AJI Yogyakarta di Pakel Baru, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. 

Namun kini ketegangan tersebut sudah mencair setelah pihak dari AJI Yogyakarta bertemu dengan warga dan pemilik kontrakan tempat sektretariat AJI bermukim.

“Kami sudah bertemu dengan Pak Yanto, pemilik kontrakan. Sebelumnya memang mengatakan meminta AJI pindah, tapi tadi Pak Yanto mengatakan warga akan mengumpulkan bukti dulu. Karena mereka melihat kejadian pembubaran itu dan muncul keramaian bukan sepenuhnya kesalahan AJI,” kata Anang.

Ia berharap AJI Yogyakarta tetap bisa menempati rumah kontrakan tersebut. Sebab sejak dulu tidak pernah ada masalah dengan warga.

“Kami setiap buat kegiatan tidak pernah ada masalah. Warga dan kami berkomunikasi dengan baik. Kami juga bersosialisasi dengan baik,” ungkapnya. —Rappler.com